Mobdin Sekda Tidak Disetujui, Dewan Lebak Gelar Rapim

Puluhan elemen masyarakat saat berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Lebak meminta Sekda Lebak, Dede Jaelani untuk dicopot. (Dok: TitikNOL)
Puluhan elemen masyarakat saat berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Lebak meminta Sekda Lebak, Dede Jaelani untuk dicopot. (Dok: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, Junaedi Ibnu Jarta mengaku sudah menggelar rapat dengan para pimpinan fraksi DPRD terkait penyikapan pengadaan mobil dinas (Mobdin) Sekda Lebak, Dede Jaelani yang terus mendapat sorotan dari berbagai kalangan dan elemen masyarakat di Kabupaten Lebak.

Baca Juga : Beli Mobil Dinas Hingga Rp600 Juta, Sekda Lebak Didemo Warga

Ditemui di ruang kerjanya, Junaedi Ibnu Jarta menjelaskan bahwa sikap dewan akan sesuai janji pihaknya saat menerima para pengunjukrasa yang memprotes soal pengadaan mobil dinas Sekda Lebak, beberapa waktu lalu.

"Jadi sebagaimana aspirasi yang disampaikan pada saat menerima pengunjukrasa itu. Saya sesuai janji sudah rapat pimpinan fraksi dan fraksi sebagaimana pendiriannya waktu itu, tidak ada yang berubah," ujar Junaedi Ibnu Jarta kepada TitikNOL, Selasa (12/7/2016).

Menurut Junaedi, seusai rapim fraksi untuk rekomendasi pemecatan Sekda, fraksi-fraksi kemudian akan melaksanakan rapat pleno di fraksi masing-masing guna mengeluarkan keputusan politik.

"Semua sama, tinggal nanti lihat buktinya saja dari hasil rapat pleno fraksi-fraksi karena rapat pleno fraksi kan akan mengeluarkan surat keputusan," ucap Junaedi.

Saat disinggung apakah pengadaan mobdin Sekda tidak masuk dalam APBD, Junaedi mengatakan, bahwa persoalannya bukan pada tertera atau tidak. Sebab, pembelian mobdin Sekda tersebut sebetulnya ada, tapi tidak disetujui dewan.

"Kita juga tahu itu tertera, tapi tidak disetujui. Yang disetujui itu pengadaan pembelian tiga unit mobil Inova dan dua unit mobil Avanza. Anggaran di Setda, bukan di SKPD yah," papar Junaedi.

Bila pembelian mobil dinas Sekda ini akhirnya terealisasi, Junaedi mengakui hal tersebut juga merupakan kekecewaan pihaknya.

"Ya itulah memang bagian dari kekecewaan kita yang sekarang ini sedang kita kaji. Ini akan kita jadikan pelajaran agar tidak terulang lagi," pungkasnya. (Gun/dd)

Komentar