Pemangkasan DAU, Irna: Ini Musibah Bagi Pandeglang

Bupati Pandeglang, Irna Narulita. (Dok: bantenheadline)
Bupati Pandeglang, Irna Narulita. (Dok: bantenheadline)

PANDEGLANG, TitikNOL - Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengaku sangat kecewa dan terpukul dengan keputusan pemerintah pusat yang menahan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp87 miliar, untuk APBD-P 2016. 

Irna menjelaskan, pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Pandeglang terbilang minim untuk menunjang pembangunan infrastruktur. Tahun 2013, PAD Pandeglang mencapai Rp84 miliar. Jumlah tersebut sudah dianggap mencapai target setelah lebih dari 15 tahun tidak pernah memenuhi target.

“Saat ini malah DAU ditunda. Bagi Pandeglang, ini mah Kalau dianggap musibah, ya Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Saya baru menjabat empat bulan pasti terasa terpukul,” kata Irna kepada wartawan, usai acara Nadran Laut di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Kamis (1/9/2016).

Saat ini, pemerintah daerah Pandeglang sendiri tengah menunggu laporan dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), terkait program progam kerja yang sudah berjalan dan belum berjalan. 

"Kita sedang menunggu data dari masing-masing SKPD terkait program-program yang sudah dan belum berjalan. Mana yang sudah lelang dan mana yang belum lelang. Mana saja yang akan kami pangkas,” katanya.

Kendati demikian, Irna mengaku akan mengefisiensi program pemerintah yang sudah berjalan. Lebih jauh Irna berharap kepada Pemerintah Provinsi Banten, tetap memberikan bantuan kepada Pandeglang. 

"Kami sudah berbicara dengan Pak Gubernur (Rano Karno), jangan sampai bantuan Pemprov Banten ada imbasnya dan Alhamdulillah beliau bilang, insya Allah tidak,” ungkap Irna.

Untuk diketahui, Kabupaten Pandeglang sendiri merupakan salah satu daerah di Provinsi Banten yang dipangkas hingga mencapai Rp128,72 miliar. Sementara untuk Pemprov Banten sebesar Rp125,52 miliar, Kabupaten Tangerang sebesar Rp216,64 miliar, Kota Cilegon sebesar Rp87,76 miliar, Kota Tangerang sebesar Rp159,6 miliar, Kota Serang sebesar Rp70,36 miliar dan Kota Tangerang Selatan sebesar Rp105,28 miliar. (Meghat/rif)

Komentar