Pemkot Serang Butuh Rp80 Miliar Untuk Bangun Pasar Induk di Kalodran

Kepala Disperindagdop Kota Serang Yoyo Wicahyono. (Foto: TitikNOL)
Kepala Disperindagdop Kota Serang Yoyo Wicahyono. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang butuh anggaran sebanyak Rp80 miliar untuk membangun sebuah Pasar Induk di Kalodran.

Pemilihan tempat Kalodran ini merupakan hasil studi kelayakan atau Fisabllity Studi (FS) yang sesuai dengan Juklak Dirjen Pasar. Kalodran dinilai potensial dalam menumbuhkan ekonomi karena memiliki lahan luas, bebas banjir dan akses stabilitas.

"Saya sudah ekspos di depan pak wali, wakil dan kepala OPD. Ya hasilnya dari FS penetapan skor itu di Kalodran," kata Kepala Disperindagdop Kota Serang Yoyo Wicahyono saat ditemui di Puspemkot Serang, Kamis, (09/01/2020).

Yoyo mengatakan, pembangunan Pasar Induk di Kalodran masih dalam tahapan penyusunan master plan dan Detail Engineering Design (DED). Namun pembangunan itu ditaksir membutuhkan anggaran Rp80 miliar.

"Anggarannya dalam FS ini nanti bisa berubah dengan master plan, DED, penetapan lokasi itu mungkin akan berubah, tapi sementara ini berdasarkan perhitungan kasar kami Rp80 miliar," ujarnya.

Menurutnya, pembangunan pasar tersebut akan dilakukan secara bertahap selama tiga tahun terhitung dari tahun 2019. Untuk mengisi pasar, nantinya Disperindagdop beserta intansi lain akan melakukan penertiban pedagang grosir di Pasar Induk Rau (PIR). Mengingat, kondisi PIR saat ini dinilai krodit.

"Iya untuk pedagang grosir (di PIR) di pindahin kesana (Kalodran)," terangnya.

Untuk mencukupi anggaran yang dibutuhkan, kata Yoyo, pihaknya akan mengajukan bantuan kepada Dirjen Pasar di Kementrian Perdagangan.

"Masalah pendanaan nanti karena disesuaikan dengan kemampuan, apakah nanti buat proposal diajukan ke kementrian," tukasnya. (Son/Tn1)

Komentar