Pemprov Banten Anggarkan Pembangunan 13 Sekolah di 2021

Kepala Dindikbud Provinsi Banten Tabrani. (Foto: TitikNOL)
Kepala Dindikbud Provinsi Banten Tabrani. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten merencanakan akan membangun 13 Unit Sekolah Baru (USB) di tahun 2021.

Rencana pelaksanan pembangunan sekolah diprogramkan, setelah Gubernur Banten Wahidin Halim marah-marah lantaran masih ada belasan sekolah di Banten yang menumpang atau tidak memiliki bangunan sendiri. Mengingat, pendidikan merupakan program prioritas dari Pemprov Banten.

Kepala Dindikbud Provinsi Banten Tabrani mengatakan, ada 13 SMA/SMK negeri yang belum memiliki gedung sendiri. Sejauh ini, proses belajar siswa berjalan, namun menumpang di sekolah lain.

”Memang ada 13 SMA/SMK negeri yang KBM (kegiatan belajar mengajar) masih numpang di sekolah lain. Rencananya akan dibangun tahun depan menggunakan anggaran murni 2021,” katanya saat dihubungi, Minggu (1/11/2020).

Ia menuturkan, 13 sekolah itu menumpang belajar di gedung SD dan SMP serta madrasah yang dikelola oleh dinas pendidikan setempat.

Menurutnya, berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, dari jumlah total 13 sekolah, terdapat empat sekolah yang tanahnya sudah siap dan bisa segera dibangun.

”Direncanakan pada 2021 nanti pembangunan gedung SMA/SMK mulai dilakukan. Rencananya, pembangunan 4 sekolah itu dianggarkan dalam APBD Murni 2021,” ungkapnya.

Sedangkan, untuk lokasi 9 sekolah lainnya masih hingga kini masih dicari. Kedepannya, jika lahan sudah didapatkan, maka pihaknya akan langsung menganggarkan pembangunan gedung SMA/SMK negeri tersebut.

”Kami berkomitmen menyediakan sekolah yang layak tingkat SMA/SMK di Bnaten ini. Sudah ada 5 lokasi yang kami sedang pertimbangkan, 4 lokasi lainnya masih dicari,” terangnya.

Diungkapkan Tabrani, tidak ada patokan anggaran di setiap titik pembangunan. Anggaran USB akan disesuaikan dengan kebutuhan ruang belajar.

”Tidak ada patokan anggaran di setiap titik, tapi disesuaikan dengan kebutuhan ruang belajar,” jelasnya.

Terpisah, Kepala KCD Pendidikan dan Kebudayaan Banten Wilayah Lebak Sirojudin mengatakan, ada sembilan SMK dan enam SMA filial di Kabupaten Lebak masih numpang belajar di gedung SMP dan madrasah. Meski begitu, KBM tetap berjalan dengan baik dan lancar.

Adapun SMK negeri yang masih numpang belajar di sekolah lain, yakni SMKN 1 Kalanganyar, SMKN 1 Sajira, SMKN 2 Malingping, SMKN 1 Panggarangan, SMKN 1 Maja, SMKN 1 Leuwidamar, SMKN 1 Cihara, SMKN 2 Cihara dan SMKN 1 Wanasalam.

Sedangkan SMA negeri yang belum punya gedung sendiri adalah SMAN 4 Rangkasbitung, SMAN 4 Panggarangan, SMAN 3 Panggarangan, SMAN 2 Cijaku, SMAN 1 Cirinten dan SMAN 2 Muncang.

”Alhamdulillah, Satgas Pembangunan USB, TAPD Provinsi Banten bergerak cepat untuk membangun gedung sekolah filial tingkat SMA dan SMK negeri yang ada di wilayah KCD Lebak,” paparnya. (Son/TN1)

Komentar