SERANG, TitikNOL -Sejumlah pegiat lingkungan dan elemen masyarakat meminta Pemerintah Provinsi Banten menormalisasi Sungai Ciujung yang sudah sekian lama tercemar limbah industri. Kondisi tersebut diperparah dengan kian meluasnya dampak yang diakibatkan limbah tersebut, terutama untuk kegiatan pertanian.
Hal tersebut mencuat dalam pertemuan forum daerah aliran sungai (DAS) Ciujung, LSM Wahana Lingkungan Lestari (Walet), dengan Komisi IV DPRD Banten, dan DSDAP Banten, di DPRD Banten, Jumat (13/2/2016).
Kepala Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Suryadi mengatakan, saat ini sungai dan Muara Ciujung yang berada di desa Tengkurak semakin dangkal dan kualitas airnya tidak baik.
"Tentu saja ini berdampak sangat luas bagi masyarakat, terutama sektor perikanan dan pertanian yang menjadi tumpuan mata pencaharian masyarakat," ujarnya ditemui seusai audiensi.
Ia mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung lebih dari 20 tahun. Oleh karenanya, pihaknya meminta solusi ke DPRD Banten.
"Faktor limbah industri itu sudah jelas lah, ada banyak pabrik kan di situ seperti Indah Kiat. Selain itu kan banyak kotoran-kotoran yang terbawa sungai sehingga mengendap dan akhirnya jadi dangkal," ujarnya.
Ketua LSM Walet, Bowo Haksa, berharap ada solusi dan tindak lanjut dari pemerintah baik ekskutif maupun legislatif terkait hal itu.
"Limbah-limbah industri yang ada di daerah aliran sungai sudah merusak kondisi sungai dan kualitas airnya, perlu ada tindakan rehabilitasi agar sungai kembali baik," ujarnya.
Anggota Komisi IV DPRD Banten, M. Najib Hamas mengatakan, pembahasan mengenai hal ini akan kembali dilanjutkan dengan pertemuan seluruh pihak yang tergabung dalam forum DAS Ciujung. Dalam pertemuan tersebut nanti akan dibahas terkait normalisasi.
"Forum DAS Ciujung terdiri dari unsur pemerintah, masyarakat, dan pengusaha yang berada di wilayah DAS Ciujung. Tentu saja kami mendorong adanya langkah dari pemprov menindaklanjuti permasalahan ini," tegasnya. (Kuk/Red)