Gubernur Banten Lantik Pejabat Baru, Jabatan Dindikbud Dikosongkan

Suasana pelantikan penjabat Pemprov Banten di aula Gubernur. (Foto: Ist)Suasana pelantikan penjabat Pemprov Banten di aula Gubernur. (Foto: Ist)

SERANG, TitikNOL - Gubernur Banten Wahidin Halim, lantik empat pejabat di Pendopo Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Jum'at (27/9/2019).

Pelantikan pejabat baru dan mutasi tersebut tertuang dalam surat keputusan Gubernur nomor 821.2/KEP.237-BKD/2019 dan nomor 821.2/KEP.236-BKD/2019 tertanggal 26 September 2019.

Ke empat pejabat tersebut di antaranya, Dr. Dadang Hamsa Nugroho, M. kes sebagai direktur UPTD rumah sakit umum daerah (RSUD) Banten, Hj. Rina Dwiyanti sebagai kepala Badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD), Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Astuti sebagai kepala Dinas Kesehatan dan Engkos Kosasih mutasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ke Asisten Daerah (Asda) II.

Setelah dikonfirmasi, kepala badan kepegawaian daerah (BKD) Banten Komarudin membenarkan adanya pelantikan tersebut.

Dirinya mengatakan, pelantikan dan mutasi pejabat Pemprov sudah sesuai prosedur dan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Pengangkatan hasil seleksi ataupun mutasi dua duanya sudah ada. Secara proses sudah memenuhi prosedur administrasi," katanya kepada TitikNOL melalui telepon selulernya.

Kata Komarudin, saat ini posisi Kepala di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten mengalami kekosongan jabatan.

"Kosong dalam waktu dekat ini akan segera di angkat PLT sambil menunggu open bidding," ujarnya.

Dikonfirmasi lebih jauh soal mutasi jabatan kepala Dindikbud Banten pada saat banyak permasalahan, kepala BKD Komarudin mengaku hal itu dilakukan Pemprov untuk membenahi tataran birokrasi.

"Itu bagian dari pembenahan, artinya ketika banyak masalah perlu penyegaran dan perlu orang yang lebih tepat," tukasnya. (Lib/TN1)

Komentar