Pemprov Banten Punya Tambahan PAD Rp1,6 Miliar Berkat Lelang 118 Kendaraan Dinas

Ilustasi. (Dok: Bmr)
Ilustasi. (Dok: Bmr)

SERANG, TitikNOL – Pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, bertambah Rp1.697.257.673 berkat melakukan lelang 118 kendaraan dinas (randis) dan bongkaran gedung.

Kegiatan lelang itu sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Nomor 028.2/Kep.199-Huk/2021 tertanggal 25 Mei 2021 tentang Penjualan Bongkaran Bangunan Gedung BPKAD Aset Daerah Milik Pemprov Banten Tahun 2021.

Selain itu, SK Gubernur Banten Nomor 032/Kep.117-Huk/2019 tertanggal 20 Mei 2021 tentang Penjualan 100 Kendaraan Dinas Operasional Milik Pemprov Banten Tahun 2021. Terakhir, SK Gubernur Banten Nomor 032/Kep.118-Huk/2019 tertanggal 20 Mei 2021 tentang Penjualan 21 Kendaraan Dinas Operasional Milik Pemprov Banten Tahun 2021.

Acara lelang dilaksanakan di Aula Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Senin (21/11/2021).

Kepala BPKAD Provinsi Banten Rina Dewiyanti mengatakan, lelang merupakan bentuk komitmen Gubernur Banten Wahidin Halim dalam penataan barang milik daerah (BMD). Penilaian terhadap suatu harga dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

"Yang menyelenggarakannya KPKNL. Pemprov Banten berkomitmen dalam penataan BMD. Kami tidak ingin banyak kendaraan yang sudah ada usulan penghapusan dari OPD dibiarkan," katanya.

Ia menjelaskan, proses lelang dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa kecurangan antara Pemprov Banten dengan para pemenang lelang. Sebab, lelang digelar melalui perantara KPKNL.

"Kegiatan lelang ini sangat akuntabel transparan dan bisa dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Ia menyebutkan, 19 kendaraan dinas dari total harga limit Rp242.954.000 terjual Rp689.456.470. Ditambah lagi, 99 kendaraan dinas dari total harga limit Rp451.930.000 terjual Rp908.801.203. Serta dari bongkaran gedung dari harga limit Rp41.099.218 terjual Rp98.000.000.

"Sehingga total dari hasil lelang dari total harga limit Rp735.981.218 terjual Rp1.697.275.673 atau 230 persen," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset Daerah BPKAD Provinsi Banten, Ajat Sudrajat mengatakan, tidak semua randis yang dilelang terjual. Sisanya, ada 2 unit randis roda 4 dan satu unit randis roda 2, tidak laku lantaran tidak ada penawar.

"Hampir semua randis yang dilelang terjual. Terdapat 2 unit randis roda 4 dan 1 unit randis roda 2 yang tak terjual karena tak ada penawarnya. Pemenang lelang diberikan waktu satu minggu untuk melakukan pelunasan,” tutupnya. (TN3)

Komentar