Program Kementerian ESDM Disambut Baik Komisi IV

Komisi IV DPRD Provinsi Banten saat melakukan kunjungan kerja ke Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (3/1/2018).Komisi IV DPRD Provinsi Banten saat melakukan kunjungan kerja ke Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (3/1/2018).

SERANG, TitikNOL - Komisi IV DPRD Provinsi Banten menyambut baik program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) di Provinsi Banten. Program Kementerian ESDM tersebut, yakni pengembangan listrik di Provinsi Banten.

Sekrataris Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Najib Hamas mengatakan, berdasarkan keterangan dari Kementerian ESDM pada saat Komisi IV melakukan kunjungan kerja, Rabu (3/1/2018), pengembangan tenaga listrik di Provinsi Banten tahun 2017-2026 meliputi rencana pengembangan pembangkit sekitar 8.258 Megawatt (MW), rencana pengembangan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra tinggi (SUTET) sekitar 904 Kilometer Sirkuit (Kms), Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) sekitar 968 KMS, Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) sekitar 4.334 mega volt ampere (MVA), dan Gardu Induk (GI) sekitar 6.380 MVA.

Kemudian, lanjutnya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 di Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang dengan kapasitas 2 X 1.000 Megawatt (Mw), PLTU Jawa 9-10 di Suralaya Kota Cilegon dengan kapasitas masing-masing 1.000 Megawatt (MW), PLTU Independent Power Producer (IPP) Banten dengan kapasitas 660 MW, dan Pembangit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) di Cikotok Kabupaten Lebak dengan kapasitas 1,2 MW.

"Pembangunan PLTU Jawa 7,9, dan 10 itu sudah memasuki tahap pembangunan fisik,"kata Najib.

Selain itu, Kementerian ESDM juga merencanakan program pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan tenaga listrik bagi semua masyarakat.

"Untuk perencanaan program pengembangan infratsruktur listrik di Provinsi Banten bisa diajukan oleh Pemerintah Provinsi Banten kepada Kementerian ESDM. Usulannya berupa regulasi, kebijakan dan standar menyediakan dana untuk kelompok masyarakat tidak mampu,"ujarnya.

Najib berharap, pengembangan ketenagalistrikan di Provinsi Banten dapat berlangsung sesuai dengan perencanaan, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap listrik dapat terpenuhi, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik.

"Kami juga berharap subsidi energi pada APBN bisa dimanfaatkan untuk pembambangunan infrastruktur di Provinsi Banten,"harapnya. (Red)

Komentar