Rano Surati Menpan, Ajak Bahas Penyelesaian Honorer K1

Foto Ilustrasi Honorer kategori 1 (K1). (Dok: Metrosulawesi)Foto Ilustrasi Honorer kategori 1 (K1). (Dok: Metrosulawesi)

SERANG, TitikNOL- Gubernur Banten, Rano Karno kembali melayangkan surat kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur, perihal nasib ratusan tenaga honorer kategori 1 (K1) Pemprov Banten.

Ini adalah kali kedua Pemprov menyurati Menpan. Namun, sebelumnya Menpan dijabat Yuddy Chrisnandi.

"Sudah dikirim minggu kemarin, Pak Gubernur minta waktu untuk bertemu Pak Menteri untuk bahas honorer K1," kata Sekda Banten, Jumat (12/8/2016).

Pihaknya masih menunggu jawaban surat dari Kemenpan. "Ya, kita tunggu jawabannya, tinggal menyesuaikan jadwal Pak Menteri," tukasnya.

Sementara sebelumnya, Honorer ketegori satu (K1) Pemprov Banten meminta Gubernur, Rano Karno untuk memperjuangkan nasib mereka agar dapat diangkat menjadi CPNS tanpa jalur tes. Mereka khawatir dengan pergantian Menpan-RB dari Yuddy Crhisnandi kepada Asman Abnur, akan mengubah rencana pengangkatan honorer K1 menjadi CPNS.

"Kami meyakini Pak Gubernur dapat menyelesaikan persoalan ini, dan tuntas tahun ini. Karena itu, kami siap mengawal berbagai kebijakan Pak Gubernur untuk melanjutkan pembangunan Banten," ujar Koordinator Forum Tenaga Honorer K1 Pemprov Banten, Endang Suherman.

Menurutnya, pergantian menteri tak seharusnya mempengaruhi kondisi proses pengangkatan honorer menjadi CPNS tanpa jalur tes. Sebab, program tersebut telah diatur dalam PP nomor 56 tahun 2012, yang saat itu diterbitkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Seharusnya tidak menghilangkan hak kami untuk diangkat jadi CPNS. Berdasarkan hasil kunjungan kami ke kemenpan-RB dan BKN (badan kepegawaian nasional) pada 27 Juli 2016 ini, K1 Pemprov Banten tinggal satu langkah lagi, yakni menyangkut kebijakan pemerintah pusat," ujarnya. (Kuk/rif)

Komentar