Satu dari 12 Proyek Strategis Nasional di Banten Dilepas

Ilustrasi Pembangunan Terminal LPG. (Dok: liddellgrainger)
Ilustrasi Pembangunan Terminal LPG. (Dok: liddellgrainger)

SERANG, TitikNOL - Pembangunan Terminal LPG Banten kapasitas 1 juta ton/tahun dikeluarkan dari proyek strategis nasional. Selanjutnya proyek tersebut akan dikembangkan oleh Pertamina.

"Jadi bukan batal ya, tapi tidak lagi jadi proyek strategis nasional, karena orientasinya cenderung business to business sehingga tidak perlu backup dari pemerintah. Ini hasil rapat Rabu kemarin Pak Jokowi dengan beberapa gubernur dan kabinet," kata Sekda Banten Ranta Soeharta, Kamis (15/6/2017) kemarin.

Dengan demikian, tersisa 11 proyek nasional di Banten, yakni Jalan Tol Serang-Panimbang (83,6 km), Jalan Tol Kunciran - Serpong (11,19 km), Jalan Tol Serpong-Cinere (10,14 km), Jalan Tol Serpong-Balaraja (30 km), Kereta Api Ekspres Soekarno Hatta-Sudirman, Bandara Banten Selatan, Sobang, Pengembangan Bandar Udara Soetta (termasuk terminal 3), Energi asal sampah kota-kota besar (Semarang, Makassar, Tangerang), Bendungan Sindangheula, Bendungan Karian dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.

Menurut Ranta, Presiden Jokowi menginstruksikan kementerian dan pemprov untuk mempercepat 11 proyek nasional lainnya. Terutama jalur tol, seperti Serang-Panimbang dan tol Balaraja-Serpong.

"Bahkan kalau anggaran pembebasan Rp700 miliar untuk pembebasan Serang-Panimbang itu kurang, harus disupport lagi. Dan itu harus segera selesai. Pak Jokowi ingin jangan tunggu dibebaskan semua, tapi per seksi misalnya sampai Warunggunung bebasin dulu, selesai," tukasnya.

Sementara, Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan agar Pemprov Banten memperhatikan disparitas antara Banten selatan dengan utara.

"Pak JK justru lebih hafal soal disparitas di Bansel. Beliau minta yang harus diperhatikan ke depan itu selatan karena disparitasnya terasa dengan utara. Jadi, kalau ada investor supaya diarahkan ke Bansel, tetapi harus dipilih investasinya jangan merusak lingkungan," imbuhnya. (Kuk/red)

Komentar