Serapan Minim, Bankeu Kabupaten/Kota Dievaluasi

Ilustrasi bankeu. (Dok: pekanbarupagi)
Ilustrasi bankeu. (Dok: pekanbarupagi)

SERANG, TitikNOL - Pemprov Banten akan mengevaluasi bantuan keuangan (bankeu) kabupaten/kota tahun 2015 dan 2016. Salah satu yang dibahas, menyangkut serapan bankeu yang masih minim pada tahun 2015.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Hudaya Latuconsina mengatakan, sebagian besar pemerintah daerah seperti Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon menyisakan anggaran bankeu cukup besar pada 2015. Sehingga, ada usulan untuk meluncurkan bankeu tersebut ke tahun 2016.

"Tahun lalu, ada lima kabupaten/kota yang masih menyisakan, yang tidak dibelanjakan dan minta diluncurkan di 2016. Itu sudah dijawab oleh Gubernur dan diizinkan. Nah, progresnya seperti apa, jadi akumulasi dengan bantuan keuangan 2016. Sisa 2015 yang tidak dibelanjakan, saya lupa nilainya tapi cukup besar," kata Hudaya.

Evaluasi sendiri, akan dilakukan pada pekan terakhir di bulan Juli 2016 ini.

"Minggu terakhir di bulan ini kami akan kumpulkan Bappeda kota/kabupaten untuk evaluasi progres bantuan keuangan," tukasnya.

Mekanisme pemberian bankeu nantinya disesuaikan dengan progres realisasinya. Jika progres tidak sesuai target, anggaran bantuan keuangan bisa dipangkas sampai 50 persen dari total bantuan keuangan yang diterima kabupaten/kota.

"Jadi polanya kami tidak akan ngasih gelondongan, tetapi sesuai progres nanti. Di triwulan pertama misalnya target 25 persen, tetapi hanya tercapai 10 persen, ya kita kasih 50 persen saja. Jadi uangnya tidak mandek di kas daerah kabupaten/kota," tuturnya.

Pihaknya pun akan mendorong pemda agar memaksimalkan serapan bantuan keuangan agar tidak memunculkan Silpa besar di akhir tahun anggaran nanti.

"Yang penting tidak mengganggu postur APBD yang akan menggambarkan Silpa besar, kami dorong agar dimaksimalkan," tegasnya.

Untuk diketahui, di tahun 2015 Pemprov menganggarkan Rp 533,093 miliar bankeu kabupaten/kota dengan rincian Kabupaten Pandeglang Rp64,793 Miliar, Lebak mendapatkan Rp131,726 Miliar, Kabupaten Serang Rp97,168 Miliar, Kota Tangerang Rp56,351 Miliar. Kemudian Cilegon Rp401,868 Miliar, Kota Serang Rp75,850 Miliar, Kabupaten Tangerang Rp56,351 Miliar dan Tangsel Rp48,443 Miliar.

Sedangkan tahun 2016 ini, jumlah total bantuan keuangan sebesar Rp534,548 Miliar. Untuk Kota Tangerang mendapatkan Rp21,160 Miliar, Kota Serang Rp64,494 Miliar, Cilegon Rp25,837 Miliar, Tangsel Rp9,065 Miliar. 

Sementara untuk Kabupaten Pandeglang sebesar Rp45,982 Miliar, Lebak Rp123,761 Miliar, Tangerang Rp152,478 Miliar, Kabupaten Serang Rp91,768 Miliar. (Kuk/rif)

Komentar