Selasa, 25 Juni 2024

Soal Studi Banding Kades, DPMD Lebak Dianggap Lepas Tanggungjawab

Dokumen undangan studi banding dan pelatihan BUMDes ke Bandung. (Foto: Ist)
Dokumen undangan studi banding dan pelatihan BUMDes ke Bandung. (Foto: Ist)

LEBAK, TitikNOL - Pernyataan Kepala Dinas PMD Pemkab Lebak Rusito, yang mengaku tidak pernah memberikan izin keberangkatan puluhan kades untuk mengikuti studi banding dan pelatihan BUMDes di Bandung, dinilai hanya pembenaran dan pembelaan diri saja.

Maman Sudirman, mantan ketua Apdesi yang juga anggota DPRD Kabupaten Lebak, menyayangkan statemen Kadis PMD Lebak soal studi banding itu.

Menurut Maman, DPMD Lebak seharusnya tidak boleh lepas tanggungjawab begitu saja atas permasalahan soal studi banding tersebut.

Kata dia, mustahil bila keberangkatan Kades studi banding ke Bandung itu tidak diketahui pihak Dinas PMD.

"Ya jangan lepas tanggungjawab dong, sekarang mana bukti pihak DPMD melarang atau tidak menyetujui keberangkatan puluhan kades itu. Bentuknya tertulis atau lisan, tidak bisa lisan dong kalau bicara kedinasan. Tentu harus tertulis larangan atau himbauan tidak untuk ikut studi banding itu kepada para Kepala Desa sejak awal," ujar Maman kepada TitikNOL, Rabu (19/7/2017).

Baca juga: DPMD Lebak Sebut Kades Peserta Diklat Tidak Paham Penganggaran

Permasalahan studi banding ini kata Maman, harus diungkap secara terang benderang, agar masyarakat tidak berburuk sangka atau menilai kinerja kades jelek atau Dinas PMD lepas tanggungjawab begitu saja.

"Siapa kordinator pemberangkatannya, itu harus dimintai keterangan yang mendasar, bagaimana ini bisa terjadi. Mungkin keberangkatan para kades itu juga ada pendampingnya dari pihak Dinas PMD. Kan nggak mungkin kalau tidak ada pendampingnya para kades itu berangkat studi banding ke Bandung begitu saja," pungkas Maman. (Gun/red)

Komentar