Staf Ahli Menhub Temui Gubernur Banten, Bahas Proyek Strategis Nasional 2016-2017

Staf Ahli Menhub Temui Gubernur Banten, Bahas Proyek Strategis Nasional 2016-2017Staf Ahli Menhub Temui Gubernur Banten, Bahas Proyek Strategis Nasional 2016-2017

SERANG, TitikNOL - Tiga staf ahli Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, menemui Gubernur Banten Rano Karno di ruang kerjanya, Selasa (16/2/2016). Kedatangan mereka untuk membahas proyek-proyek strategis nasional di Provinsi Banten pada 2016-2017 mendatang.

Tiga staf ahli tersebut yaitu Staf Ahli Bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan Umiyatun Hayati Triastuti, Staf Ahli Mutli Moda Logistik dan Keselamatan Tony Budiono, dan Staf Khusus Bidang Hubungan antar Lembaga M Atok Nurrahman.

Pertemuan yang dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Revri Aroes dan Asda II Eneng Nurcahyati itu berlangsung tertutup mulai pukul 09.00-11.00 wib.

"Kedatangan kami atas permintaan Menteri Perhubungan untuk mendengar kebutuhan-kebutuhan pemerintah daerah terkait project strategis APBN 2016 dan 2017 di Banten," kata Staf Ahli Bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan Umiyatun Hayati Triastuti, ditemui seusai pertemuan.

Ia mengatakan, hal tersebut bertujuan untuk mendukung pelaksanaan kebijakan nasional secara umum. "Supaya nyambung dengan program daerah. Dari pemda juga menyiapkan kebutuhan sesuai wilayah," katanya.

Ia menyebut, beberapa program yang dibahas antara lain reaktivasi beberapa jalur KA di Banten. "Ini dalam upaya penataan baik untuk sistem transportasi di daerah. Seperti reaktivasi di stasiun Maja insya Allah Juni bisa selesai," katanya.

Selain itu, rencana strategis lainnya yaitu Bandara Banten Selatan (Bansel) di Panimbang, Pandeglang. Namun, pihaknya belum memastikan lokasi lahan untuk bandara tersebut.

"Lahan makanya nanti kita cek, apakah milik swasta atau pemerintah kan. Kami juga perlu masukan dari pemda karena pembebasan lahan ini kan erat kaitannya dengan masyarakat," katanya.

Soal anggaran, ia juga belum mengetahuinya. "Anggarannya saya belum tahu. Itu masuk program nasional. Dan siapa penyelenggarannya itu akan dicek lagi dengan perhubungan udara," katanya. (Kuk/Red)

Komentar