Jum`at, 4 April 2025

Studi Banding DPMD Lebak dan Para Kades ke Yogjakarta Disorot

Foto bersama Kades yang mengikuti studi banding ke Yogjakarta didampingi Kabid PKMD kantor DPMD Kabupaten Lebak. (Foto: TitikNOL)
Foto bersama Kades yang mengikuti studi banding ke Yogjakarta didampingi Kabid PKMD kantor DPMD Kabupaten Lebak. (Foto: TitikNOL)
LEBAK, TitikNOL - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lebak, kembali menggelar Studi banding pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan mengajak Kepala Desa (Kades) mengunjungi Desa Panggungharjo - Bantul - Yogjakarta.

Namun studi banding itu disorot banyak pihak, karena dinilai tidak sesuai karakteristik di banyak desa di Kabupaten Lebak.

"Jadi gini, setahu saya Pemda memiliki kegiatan kunjungan kerja atau gimana apalah saya kurang tahu. Yang jelas itu program DPMD, nah terus mengajak Kades - kades atas nama pribadi yang mau melakukan studi banding ke Yogja, memang tidak ada unsur paksaan apapun. Saya sendiri tidak ikut, karena pihak desa di tahun 2019 tidak mengalokasikan dana untuk studi banding," ujar Edi Rapiudin, pengurus Apdesi yang juga Kades Suwakan, Kecamatan Bayah, Sabtu (16/11/2019).

Menurutnya, beberapa Kades yang berangkat dan ikut ke Yogjakarta menggunakan dana pribadi. Tapi lanjut Edi, pihak DPMD kemungkinan menggunakan anggarannya sendiri.

"Jadi kades yang ikut meninjau dan melihat kegiatan DPMD itu mungkin sesuai karakteristik di desanya masing-masing. Yang ikut informasinya Kades Citorek Tengah, Kades Citorek Kidul dan Kades Malabar, Kecamatan Cibadak. Leading sektor kegiatan itu bukan Apdesi tapi DPMD, kegiatanya apa saja di sana silahkan tanya sama pihak DPMD, saja," tegas Edi.

Terpisah, Enip Saepudin Kades Cirinten, Kecamatan Cirinten, mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan studi banding tersebut. Kendati begitu, tak dipungkiri dirinya pihak Apdesi melalui ketuanya mengajak jalan - jalan ke Yogjakarta.

"Ketua Apdesi ngajak jalan - jalan ke Yogja, bukan kaitan studi banding. Bahkan ongkos dan uang jajan pribadi. Tadinya ngajak ke Bali, karena dengar-dengar Ibu Bupati ada kegiatan ke Yogja terus sekalian ikut sama ibu Bupati, tapi ongkos dan lain - lain masing - masing atau prbadi," terang Enip.

Dikonfirmasi, Firman Kabid Pemdes pada kantor DPMD Kabupaten Lebak mengatakan, kegiatan ke Yogjakarta merupakan kegiatan Studi Komparasi ke Desa Panggungharjo - Bantul, dibiayai dana APBD Kabupaten Lebak.

"Belajar ke Panggungharjo, Kades Citorek aja yang kita ajak sampai minggu siang. Kades Citorek Tengah dan Kades Citorek Kidul," ujar Firman melalui aplikasi pesan WhatsAppnya.

Disinggung kenapa kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, Firman menyebut bahwa Kades Panggungharjo baru ada waktu pada hari Sabtu ini.

"Kadesnya baru punya waktu sabtu ini, sibuk jadi pembicara dan banyak kunjungan. Baru pulag dari Myanmar habis terima penghargaan," tukas Firman.

Terpisah, Hasan Kasi Bina UED pada kantor DPMD Lebak, membenarkan kegiatan yang dilaksanakan DPMD merupakan studi banding di Desa Panggungharjo Yogjakarta.

"Ohh, itu kegiatan studi banding BUMDes ke Desa Panggungharjo," kata Hasan singkat melalui sambungan telepon selulernya. (Gun/TN1)
Komentar