Tekan Inflasi, Wali Kota Serang Singgung Penerapan Tarif Angkot yang Ngawur

Ilustrasi. (Dok: Harianbanten)
Ilustrasi. (Dok: Harianbanten)

SERANG, TitikNOL - Kota Serang menduduki inflasi tertinggi di Provinsi Banten. Angkanya mencapai 7,22 persen.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan inflasi Kota Serang paling tinggi, salah satunya tarif angkot yang ngawur.

Selain itu, makanan, bahan bakar turut menyumbang angka Kota Serang tinggi. Untuk itu, Pemkot Serang membentuk tim pengendali inflasi.

Tugas utama tim inflasi guna mengantisipasi lonjakan harga menjelang ramadhan.

"Kota Serang ini Tahun 2022 kemarin mencapai 7,22 jadi tertinggi di Banten . Oleh karena itu kami membuat tim yang diketuai oleh pak Sekda. Apabila ada lonjakan lonjakan harga dari di pasar itu terus kita pantau," kata Wali Kota Serang, Syafrudin, Jumat 10 Maret 2023.

Syafrudin menyebutkan, operasi pasar akan dilakukan jika harga bahan pokok melonjak. Selain itu pengawasan monitoring harga kebutuhan pokok.

"Kemudian gerakan menanam juga kita sudah kita lakukan BTT juga kita sudah anggarkan," ucapnya.

Selain itu, Syafrudin menekankan penerapan tarif angkutan tidak ngawur. Jika perlu ditentukan sesuai perkilometer.

"Tidak ada regulasi ya dengan kenaikan BBM, tentunya ada di bareng dengan aturan dari pemerintah daerah atau antara jarak dalam kota dan di luar kota itu harus benar-benar apa perkilo gitu tarifnya itu jadi jangan ngawur," paparnya.

Karena selama ini, ada perbedaan tarif terhadap penumpang yang di dalam kota dan dari luar kota.

"Ini kadang-kadang ongkosnya yang semestinya ongkos dalam kota, malah ke masyarakat di luar kota. Jadi dia lebih jauh gitu. Jadi tarifnya belum ditetapkan," tutupnya. (TN3)

Komentar