SERANG, TitikNOL – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten memperkuat kolaborasi dengan insan pers melalui kegiatan media gathering yang melibatkan jurnalis se-Banten.
Kegiatan ini digelar sebagai upaya membangun komunikasi terbuka dan menyampaikan informasi layanan pertanahan secara akurat kepada masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten, Harison Mocodompis, kolaborasi antara BPN dan media menjadi kunci agar setiap program, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi kebijakan pertanahan, dapat tersampaikan secara optimal kepada publik.
“Kami memahami, tanpa dukungan teman-teman media, apa yang kami kerjakan sebagai pemerintah tidak akan sampai secara maksimal ke masyarakat. Media adalah mata dan telinga publik,” ujarnya, Selasa 13 Januari 2026.
Ia menyebutkan, media juga berperan sebagai penyambung aspirasi masyarakat, termasuk menyampaikan ekspektasi publik terhadap layanan BPN di Banten.
Melalui komunikasi yang terbuka, BPN dapat merespons kebutuhan dan kritik masyarakat secara tepat.
“Kalau ada hal-hal yang diharapkan masyarakat terhadap BPN, kami percaya teman-teman media bisa menjadi mitra strategis untuk menyampaikannya kepada kami,” kata Harison.
Harison menjelaskan, media gathering ini merupakan bagian dari upaya menjaga pola komunikasi yang sehat antara BPN dan media.
Ia bahkan meminta seluruh kepala kantor pertanahan di kabupaten dan kota se-Banten untuk menggelar forum serupa di wilayah masing-masing.
“Tujuannya agar komunikasi dan sosialisasi layanan pertanahan terus berjalan dan semakin dekat dengan masyarakat,” jelasnya.
Terkait keberlanjutan kegiatan, Harison berharap media gathering dapat dilaksanakan secara rutin, baik di tingkat provinsi maupun di kantor pertanahan kabupaten dan kota, dengan tetap melibatkan insan pers.
Ia juga mengapresiasi respons para jurnalis yang dinilai kritis dan menyentuh substansi pelayanan pertanahan, termasuk pertanyaan mengenai Layanan Sertipikat Digital (LSD) serta transparansi biaya layanan.
“Pertanyaan-pertanyaannya tajam dan mewakili suara masyarakat. Ini sangat positif karena kami bisa langsung memberikan penjelasan yang benar,” ungkapnya.
Menurut Harison, komunikasi yang baik dengan media penting untuk mencegah munculnya informasi keliru atau narasi yang tidak sesuai fakta di tengah masyarakat.
“Itulah yang kami jaga, agar informasi yang beredar akurat dan masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar terkait layanan BPN,” pungkasnya.