Verifikasi Renja SKPD Menuai Pro dan Kontra

Sekda Banten, Ranta Soeharta. (Dok:net)
Sekda Banten, Ranta Soeharta. (Dok:net)

SERANG, TitikNOL - Verifikasi rencana kerja (renja) seluruh SKPD Pemprov Banten oleh Bappeda Banten, menuai pro dan kontra. Disinyalir, agenda yang tengah dilakukan Bappeda Banten ini, membuat para pejabat dinas gerah, mengingat sejumlah program tercoret usai dilakukan verifikasi.

Sekda Banten Ranta Soeharta menanggapi hal tersebut dengan keras. Ia meminta kepada pejabat yang merasa keberatan dengan agenda verifikasi, untuk menghadapnya.

“Saya tegaskan, tidak ada yang kehilangan program. Bagi SKPD yang keberatan, silakan menghadap saya,” kata Ranta, kepada wartawan, Jumat (20/5/2016).

Ia mengatakan, agenda verifikasi renja pada dasarnya bagian dari arahan KPK. Bahkan, selama pelaksanaan verifikasi, KPK memantau secara online melalui CCTV. 

“Itu arahan KPK, bukan arahan saya atau Hudaya (Kepala Bappeda Banten Hudaya Latuconsina),” ucapnya.

lanjut Ranta, Bappeda telah melakukan verifikasi sejak tiga pekan lalu. Inti dari verifikasi sendiri, untuk menjamin renja SKPD disusun secara terarah.

“Sudah ada beberapa SKPD yang telah ditangani seperti Dindik dan Dinkes. Sekarang Dinas Ketahanan Pangan,” jelas Ranta.

Sementara itu, Kepala Bappeda Banten, Hudaya Latuconsina mengaku mendengar desas-desus tidak baik. Katanya, sejumlah PNS menyimpulkan jika kegiatan verifikasi renja adalah agenda memotong-motong program.

“Ini harus diluruskan, tidak ada yang memotong-motong program. Kami sedang melakukan pembenahan apakah renja yang disusun mampu mendukung indikator kinerja. Jika tidak, kami minta untuk tidak dilaksanakan,” jelasnya. (Meghat/red)

Komentar