Wagub Andika Lapor ke Menko Ekonomi: PPKM Mikro Banten Fokus di Tangerang Raya

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy. (Foto: TitikNOL)
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy. (Foto: TitikNOL)

TANGSEL, TitikNOL - Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyatakan, target pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro Provinsi Banten berfokus pada Tangerang Raya, yakni meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.

Melalui rilis media yang berhasil diterima TitikNOL, Andika menyampaikan, hal tersebut dikarenakan berbagai daerah di Banten sudah keluar dari zona resiko tinggi. Disisi lain, Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Raya) tengah menekan angka kesembuhan, Jum'at (12/2/2021).

"Ini dikarenakan berbagai Kabupaten/ Kota lainnya sudah keluar dari zona risiko tinggi. Selain itu pada wilayah Tangerang Raya dilakukan penekanan peningkatan angka kesembuhan," papar Andika dalam rapat koordinasi tentang evaluasi PPKM Mikro bersama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual.

Seperti diketahui, rapat virtual tersebut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Halim Iskandar.

Selain itu juga hadir Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Tohir, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Doni Monardo.

Sementara itu mewakili Pemerintah Provinsi selain Andika, turut hadir Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Andika melaporkan, Pemprov Banten telah melakukan koordinasi dalam kaitan PPKM skala mikro dengan koordinasi penguatan satgas tingkat kecamatan, posko tangguh dan dikombinasikan dengan kampung tangguh.

Menurut Andika, pelaksanaan vaksinasi di Banten sampai dengan 10 Februari 2021 sudah mencapai 99,58%. Untuk itu, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Banten siap untuk melaksanakan vaksinasi tahap selanjutnya, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menyebutkan daerah dengan vaksinasi tercepat di tahap 1, tahap berikutnya akan didahulukan pendistribusiannya.

"Mengenai insentif tenaga kesehatan, telah didistribusi sampai dengan bulan Desember 2020 yang lalu untuk 2.378 tenaga kesehatan di Provinsi Banten," beber Andika Hazrumy.

Sementara itu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam arahan pembukanya mengatakan, dalam segi pelaksanaan PPKM Tahap I dan II kasus aktif nasional relatif naik. Namun selama 4 minggu terakhir, kata Airlangga, mengalami penurunan kasus.

Untuk angka kematian menurun dan kesembuhan di 7 Provinsi. Menurut Airlangga Hartarto, langkah ini menjadikan PPKM berskala mikro bisa menurunkan kasus di beberapa wilayah. Kata Airlangga, setiap kabupaten atau kota secara keseluruhan dalam PPKM berskala mikro berdasarkan surat edaran masing-masing wilayah ikut serta.

"Data diminta untuk direkapitulasi BNPB guna diturunkan ke level Posko atau Desa/Kelurahan untuk mendapatkan peta lengkap," ungkap Airlangga Hartarto.

Dengan demikian, Airlangga meminta hal tersebut perlu segera ditindaklanjuti dari Menteri Kesehatan terkait antigen dan fasilitas kesehatan, pelatihan, pelaksanaan 3T di Desa. Menteri Dalam Negeri diminta mengkoordinasikan daerah dan pos jaga Desa dan Kelurahan, serta Kementerian Desa Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi perlu kesiapan sosialisasi dana desa. (Don/TN1)

Komentar