Wakil Ketua MPR: Kesejahteraan Buruh Harus Ditingkatkan

Foto ilustrasi buruh. (Dok:net)
Foto ilustrasi buruh. (Dok:net)

JAKARTA, TitikNOL - Permasalahan buruh dan permasalahan di sekelilingnya hampir setiap saat menjadi bahan pembahasan panas di berbagai media diskusi dan seminar.

Tak hanya itu, demo buruh yang kerap terjadi di Jakarta dan berbagai daerah lainnya di Indonesia, sepertinya sudah menjadi hal biasa terjadi. Namun, persoalan inti yang terus menajdi masalah soal buruh sepertinya belum tertangani secara tuntas.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua MPR Rimahyudin mengatakan, peningkatan kesejahteraan perburuhan sebenarnya menjadi pekerjaan rumah bangsa Indoensia.

“Jika kita bicara soal kesejahteraan sebenarnya buruh kita itu masih belum sejahtera. Visi dan misi Presiden RI untuk mensejahterakan buruh Indonesia, nampaknya sekarang masih belum maksimal terlihat, sehingga hal ini perlu penanganan serius,” kata dia melalui keterangan pers yang diterima TitikNOL, Senin (28/3/2016).

Soal buruh, lanjut dia, setidaknya ada tiga hal yang menjadi sorotan soal buruh saat ini. Pertama, masalah pendapatan. Pendapatan buruh ini termasuk rendah. Makanya, banyak sekali tuntutan dan demo buruh yang seperti tidak pernah selesai.

Kedua, berkaitan dengan kebijakan kepastian tersedianya lapangan pekerjaan. Fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) juga sangat marak terjadi dan menjadi momok buat para buruh terutama terjadi pada tenaga-tenaga kerja outsourcing.

Ketiga, adalah soal jaminan sosial misalnya jaminan hari tua. “Ketiga hal tersebut menurut saya harus menjadi perhatian untuk semua pihak.  Saya bukan ahli buruh, tapi saya mengamati terus dari media massa dan saya concern soal buruh ini," jelasnya. (Bar/red)

TAG buruh
Komentar