Minggu, 14 Juli 2024

Warga Diimbau Tidak Panik, Gubernur Ajak 113 RS Siaga Hadapi Virus Corona

Rapat koordinasi pencegahan serta antisipasi kasus 2091 nCov di Provinsi Banten, di aula Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Selasa (3/3/2020). (Foto: TitikNOL)
Rapat koordinasi pencegahan serta antisipasi kasus 2091 nCov di Provinsi Banten, di aula Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Selasa (3/3/2020). (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL – Pemprov Banten mengajak seluruh tenaga kesehatan dan stake holder terkait, untuk bersiapsiaga menghadapi kasus novel coronavirus (2019-nCoV). Hal tersebut menyusul adanya dua warga Negara Indonesia yang positif virus corona.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, usai memberikan arahan kepada seluruh perwakilan rumah sakit yang ada di Provinsi Banten, dalam rapat koordinasi terkait pencegahan serta antisipasi kasus 2091 nCov di Provinsi Banten, di aula Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Selasa (3/3/2020).

“Saya coba memberikan support dan dukungan moral bagi rumah sakit dan dinas kesehatan, serta asosiasi dokter paruh, untuk bersama-sama menyatakan siapsiaga untuk menghadapi wabah virus corona,” katanya.

Kendati demikian, Gubernur juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi virus corona tersebut. Pasalnya, pemerintah pusat sudah memberikan penjelasan, dan Pemprov juga sudah memastikan kesiapsiagan 113 rumah sakit yang ada di Banten.

“Jika masyarakat panic terkait dampak virus corona terhadap ekonomi, dan distribusi itu tidak perlu, karena kita sudah kumpulkan dan bulog juga sudah mengatakan, bahwa kita juga sudah pastikan cukup stok untuk ketersedian pangan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, masayarakat diimbau untuk menjaga pola hidup sehat, yakni, rajin cuci tangan, dan jangan bersentuhan, khususnya kepada orang yang datang dari Negara terjangkit virus. Semenetara untuk masker, pihaknya menegaskan bahwa masker dipakai untuk yang sakit, bukan orang yang sehat.

“Untuk masker ini tidak perlu khawatir akan kelangkaannya, karena kita sudah kooodinasi dengan kepolisian dan dinas perdagangan, dan pemerintah sudah memberikan ultimatum, untuk melarang para pedagang memanfaatkan moment dengan menimbun, karena akan terancam lima tahun penjara dan denda Rp 50 Miliar,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya penanggulangan Covid 19 sejak bulan Januari, dengan mengeluarkan tiga surat edaran, pertama kepada seluruh tenaga kesehatan, baik yang ada di dinas, rumah sakit, dan juga puskesmas, surat edaran kedua ditujukan kepadan instasi pemerintah dan perusahaan, dan ketiga kepada seluruh aparat desa dan kelurahan.

“Untuk surat edaran ke tiga ini, kami memberikan imbau kepada suluruh aparat desa, dan keluarahan agar mencipatakan masyarakat dengan pola hidup sehat, serta tidak panic dan resah dalam menghadapi Covid 19 ini,” katanya.

Ia menambahkan, bahwa di Banten sudah ada dua rumah sakit rujukan, yakni Rumah Sakit Drajat Prawiranegara dan RSUD Kota Tangerang, untuk menghadapi virus corona, namun pihaknya tidak menutup kemungkinan menambah rumah sakit rujukan.

“Untuk rumah sakit rujukan, Pak. Gubernur meminta agar RSUD Banten menjadi rujukan, untuk ini kami akan berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan, karena keputusan rumah sakit rujukan di putuskan oleh kementrian kesehatan. Dimana di Indonesia ada 100 rumah sakit rujukan,” tukasnya. (red)

Komentar