SERANG, TitikNOL - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN), resmi membentuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HPN Banten dengan melantik para pengurus di Hotel Ledian, Kota Serang, Kamis (26/4/2018).
Pembentukan pengurus daerah di Banten ini bertujuan untuk mewujudkan Ekonomi Islam Nusantara, Wujud Benteng Pertahanan Bangsa sebagai visi HPN.
Ketua DPP HPN Abdul Kholik mengatakan, pembentukan ini karena ingin jamaah NU tidak hanya melaksanakan pengajian, istigosah dan lainnya. Tapi harus bisa berjamaah dibidang ekonomi agar mampu mempunyai daya saing dan kompetitif dibidang ekonomi.
"30 persen kita memiliki kontribusi dan umumnya Nahdliyin itu pengusaha menengah bawah, jadi kalau tingkat kesenjangan Nasional secara ekonomi tinggi maka sebenarnya kontributor terbesar adalah orang-orang NU, karena orang NU pada miskin," kata Abdul.
Lanjutnya, tugas HPN sendiri adalah bagaimana membuat agar para pengusaha ini lebih berdaya dan mempunyai kemampuan sehingga tingkat kesenjangan nasional bisa dikurangi.
"Semua pada tahu kesenjangan itu bahaya laten bagi keamanan negara. Jadi dalam rangka menjaga NKRI, NU itu menjaga NKRI, kita di sektor ekonomi menjaga NKRI ini dengan cara memberdayakan para pengusahanya. Itu visinya," lanjutnya.
Adapun untuk permodalan kata Abdul, itu nomor urut ke 13, pasalnya potensinya bukan dari pemodalan tapi bagaimana cara membangun karakter para pengusaha Nahdliyin ini agar memiliki daya kompetitif dan tidak cengeng.
"Karena pengusaha yang sukses sekalipun pasti sering jatuh bangun, tapi dia boleh jatuh 13 kali tapi bangun 15 kali, itu yang penting sebetulnya," ungkapnya.
Abdul pun menargetkan jenis usaha mulai dari pengusaha mikro, kecil, menengah dan pengusaha besar sampai dengan investasi.
"Pengusaha Nahdiyin juga banyak yang mampu melakukan itu untuk investasi pembangkit, untuk renovasi jalan tol dan sebagainya, kita mampu melakukan itu," katanya.
Menurut dia, untuk potensi di Banten itu banyak, karena di Banten sendiri banyak berdirinya pabrik-pabrik, kegiatan ekomomi karena Provinsi Banten nomor empat diusaha ekonomi.
"Kita sebetulnya bisa berkontribusi banyak disitu, sudah saya contohkan kalau kita bersinergi misalkan antar pengusaha dan kontraktor bisa gabung bareng-bareng," tukasnya. (Gat/TN1)