100 Hari Kerja Walkot dan Wawalkot Cilegon, Hanya Bisa Kondangan dan Mengecat Kantor

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Cilegon. (Foto: TitikNOL)
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Cilegon. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Cilegon, Senin (07/06/2021).

Para mahasiswa tersebut, mendatangi kantor Walikota Cilegon untuk menagih janji 100 hari program kerja Walikota dan Wakil Walikota.

Mahasiswa yang dengan menggunakan kursi roda dan membawa sebuah tabung cat beserta kuas, hampir terjadi aksi saling jotos dengan petugas keamanan (PAMDAL) yang bertugas di lokasi.
Disaat mahasiswa memaksa masuk untuk menemui Walikota.

Tidak bisa masuk dan menemui Walikota dan wakilnya, para mahasiswa meneriaki kantor walikota kalau 100 hari kerjanya hanya kondangan-kondangan saja.

Ketua IMC, Haryanto mengungkapkan kekesalannya terhadap 100 hari kinerja Walkot dan Wawalkot Cilegon itu yang cenderung lambat.

"Kami sengaja membawa kursi roda dan cat ini, sebab selama program 100 hari kerja hanya bagikan-bagikan kursi roda dan cat pagar kantor, dimana warna itu pun sama dengan warna saat kampanye," ujarnya.

Selain itu mereka juga mempertanyakan masalah Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) yang programkan, serta mekanisme pembagian KCS tersebut.

"Benar kartu ini sudah Launching saat ultah Kota Cilegon, namun apakah dibagikan hanya kepada pendukung pasangan Helldy-Sanuji saja," Jelasnya.

Sampai saat berita ini diturunkan, mahasiswa tersebut sudah diamankan ke Polres Cilegon untuk melakukan mediasi. (TN2)

Komentar