SERANG, TitikNOL - Dampak El Nino di Kota Serang mulai terasa di sektor pertanian, tercatat data dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikaman (DKP3) Kota Serang sudah 18 hektar persawahan yang mengalami kekeringan.
18 hektar sawah yang mengalami kekerangan tersebar di Kecamatan Kasemen, Walantaka, Serang, Taktakan, Cipcok Jaya dan Curug.
"Itu tersebar di beberapa wilayah di kecamatan Kasemen 6 Kelurahan, Walantaka 5 Kelurahan, Serang dan Taktakan satu kelurahan, Cipocok Jaya dan Curug itu dua Kelurahan," kata Asda II Kota Serang Yudi Suryadi, ditemui di Pemkot Serang, Rabu (30/8/2023).
Yudi menyampaikan sejauh ini Kota Serang masih terbilang aman karena untuk kebutuhan pangan sendiri masih tersedia. Maka itu para petani harus segera diinformasikan agat tidak melalukan penanaman terlebih dahulu.
"Kita hanya 18 hektar saja tanah sawah yang mengalami kekeringan atau puso itu masih sebagian kecil karena untuk pangan masih aman. Dan berkaitan dengan pertanian menginformasikan supaya jangan melakukan penanaman dulu di musim tanam karena kondisinya lagi kekeringan," lanjutnya.
Dan juga adanya perbaikan irigasi Ciujung saat ini dilakukan beberapa kali pengeringan juga akan berdampak kepada masa tam padi."Dan sekaramg dilakukan pengeringan karena ada beberapa perbaikan saluran irigasi, ini yang harus diinformasikan segera ke masyarakat," sambungnya.
Maka itu, Yudi menegaskan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar menyesuaikan program dan kegiatan yang berkaitan dengan dampak El Nino ini.
"Informasi dari BMKG terkait cuaca ini supaya diketahui oleh para camat pimpinan OPD perkembangan cuaca ini sampai bulan Oktober dan perlu diantisipasi oleh semua OPD terkait dalam menyusun program dan kegiatan harus menyesuaikan," tegasnya. (TN)