300.000 Warga Miskin Di Banten Belum Tersentuh Bantuan Sosial

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, saat menyerahkan bantuan Jaminan Sosial Rakyat Bersatu (Jamsosratu) di halaman Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, Serang, Selasa (22/10/2019). (Foto: TitikNOL)Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, saat menyerahkan bantuan Jaminan Sosial Rakyat Bersatu (Jamsosratu) di halaman Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, Serang, Selasa (22/10/2019). (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - 300.000 jiwa dari 650,4 ribu warga miskin di Provinsi Banten, belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi. Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, saat menyerahkan bantuan Jaminan Sosial Rakyat Bersatu (Jamsosratu) di halaman Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, Serang, Selasa (22/10/2019).

Andika Hazrumy mengatakan, bantuan sosial kepada masyarakat dari pemerintah pusat berupa Program Keluarga Harapan (PKH). Sedangkan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berupa Jamsosratu.

"300 ribu warga miskin yang belum tersentuh," kata Andika Hazrumy dalam sambutannya.

Andika juga mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten saat ini belum bisa menyentuh 300.000 warga miskin untuk mendapatkan bantuan sosial, karena keterbatasan anggaran.

Andika Hazrumy juga berharap kepada pemerintah Kabupaten/Kota, agar menyalurkan bantuan sosial kepada warga miskin yang belum tersentuh Pemerintah pusat dan Provinsi, dengan mereplikasi Program Keluarga Harapan (PKH) yang dicanangkan Pemerintah pusat.

"Anggarannya, kita terbentur di anggaran. Kamipun berharap kepada pemerintah Kabupaten Kota, harus juga melakukan replikasi program PKH. Jadi kita kerjasama tadi program pengentasan kemiskinan ini bukan hanya program pemerintah pusat saja dan Pemerintah Provinsi tetapi menjadi program bersama," ujarnya.

Selian itu juga, lanjut Andika Hazrumy, perlu adanya inovasi peraturan yang jelas, untuk mengatur tentang penerima manfaat.

"Minimal tadi lima tahun diberikan dana bantuan Jamsosratu ini mereka sudah bisa mandiri, jadi kita memasukan lagi kepada masyarakat yang belum menerima bantuan," tukasnya.

Jamsosratu Disalurkan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten serahkan bantuan Jaminan Sosial Masyarakat Banten Bersatu (Jamsosratu) kloter pertama tahun 2019, kepada penerima bantuan yang ada di Kabupaten Serang. Bantuan diberikan di halaman dinas sosial Provinsi Banten, Curug, Kota Serang, Selasa (22/10/2019).

Penerimaan bantuan Jamsosratu di wilayah Kabupaten Serang berjumlah 3147 kepala Keluarga yang dianggap miskin.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemprov Banten Nurhana menjelaskan, bantuan jamsosratu berasal dari Pemerintah Provinsi Banten yang disalurkan langsung kepada masyarakat.

"Ini bansos dapat dari Gubernur dan Wakil Gubernur bukan dari dinas sosial ataupun dari desa," kata Nurhana di hadapan penerima bantuan.

Sementara itu, Kasubdit Bansos Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) Keukeu Komarawati, meminta kepada masyarakat yang menerima bantuan dari pemerintah agar digunakan dengan baik.

"Bantuan sosial ini tidak boleh diperuntukkan untuk membeli rokok atau barang yang kurang bermanfaat. Dengan hadirnya jamsosratu, untuk meng-cover masyarakat yang tidak tersalurkan PKH," katanya.

Hal yang senada juga dikatakan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy. Dirinya mengatakan, program jamsosratu yang sudah berjalan dari tahun 2013 ini bertujuan untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten.

"Gunakan untuk pendidikan anak, minimal dari uang 1 JT bisa membelikan seragam anak, buku dan lainnya. Peningkatan kesejahteraan masyarakat harus menjadi tanggungjawab bersama antar pemerintah, Angka kemiskinan sudah menurun, sekarang di tahun 2019 5,9%," tukasnya. (Lib/Tn1)

Komentar