TANGSEL, TitikNOL - Suasana duka menyelimuti dua keluarga yakni, keluarga Sudiro, warga Perumahan Bukit Nusa Indah Jalan Kayu Manis Kavling 1181 RT 04/RW 16, dan keluarga Ustadz Saeful Abroh, warga Perumahan Bukit Nusa Indah Jalan Pinang Kavling 996 RT 08/RW 16, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.
Kesedihan keluarga dan warga tampak terlintas saat 4 jenazah dari keluarga korban mulai disholatkan bersama di Masjid Ar-Raudhah berlokasi di Jalan Semeru, Perumahan Bukit Nusa Indah, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (24/12/2018).
Jenazah Watini (40) istri Sudiro, dimakamkan di TPU Gang Sukma, Serua, Ciputat, dan jenazah Siti Nur Atijah/Nuril (35), Nihla (11), Muhammad Zen (2), dari keluarga Ustadz Saeful Abroh, dimakamkan di pemakaman wakaf keluarga di kawasan Vila Dago, Kota Tangerang Selatan.
Menurut Bontot (38), salah seorang keluarga korban saat ditemui TitikNOL menuturkan, keluarga dari pamannya tersebut (Sudiro) tiba dirumah duka dari RS Pandeglang, Senin (24/12/2018) pagi.
Kata dia, anak Sudiro bernama Adinda (13), diketahui turut menjadi korban tsunami selat sunda yang hingga kini belum diketemukan.
"Jenazah Ibu Watini disemayamkan di pemakaman gang Sukma. Jenazah tiba tadi pagi, dan anakya belum ditemukan,"tuturnya.
Untuk diketahui, empat korban asal Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel itu, diketahui turut menjadi korban tsunami selat sunda yang menghantam pesisir pantai Carita Kabupaten Pandeglang saat tengah berlibur jelang akhir tahun, pada Sabtu (22/12/2018) malam. (Don/red).