8 Februari 1942, Jepang Menginvasi Singapura

Tentara Jepang tengah berbaris di The Fullerton Hotel Singapura setelah menaklukan pasukan gabungan Australia, Britania Raya, India dan Malaya. (Dok: wikipedia)Tentara Jepang tengah berbaris di The Fullerton Hotel Singapura setelah menaklukan pasukan gabungan Australia, Britania Raya, India dan Malaya. (Dok: wikipedia)

TitikNOL - Pendudukan Jepang di Singapura adalah periode pada sejarah Singapura antara tahun 1942 sampai tahun 1945. Itu terjadi, ketika pasukan Jepang mulai menginvasi Singapura selama Perang Dunia II, pada 8 Februari 1942 setelah menaklukan pasukan gabungan Australia, Britania Raya, India dan Malaya.

Pendudukan menjadi poin balik utama pada sejarah beberapa negara, termasuk Jepang dan Britania Raya dan lalu koloni Singapura sendiri. Singapura kemudian dinamakan menjadi Syonan-to (Cahaya Selatan) dalam bahasa Jepang. Singapura diduduki oleh Jepang dari tahun 1942 hingga tahun 1945.

Singapura yang merupakan pangkalan utama militer sekutu yang menjadi sasaran utama Jepang. Di Singapura banyak yang merasa bahwa Singapura akan diserang lebih dahulu sebelum menyerang Malaya.

Britania Raya menyediakan kontingen perang terbaiknya, termasuk adanya kapal perang HMS Prince of Wales dan kapal perang HMS Repulse. Pada tanggal 8 Desember 1941, tentara Jepang mendarat di Kota Bharu, Kelantan. Dua hari setelah tentara Jepang mendarat, kapal Prince of Wales dan kapal Repulse tenggelam akibat dimusnahkan oleh tentara Jepang. Tentara Jepang menyerang Malaya yang menyebabkan tentara Britania Raya terpaksa mundur ke Singapura.

Menjelang 31 Januari 1942, 55 hari sejak dimulainya invasi Jepang, Negara yang berjuluk Negeri Sakura itu berhasil menguasai Malaya dan siap menyerang Singapura. Setelah beberapa pertempuran, Letjen Arthur Ernest Percival dan tentara Britania Raya menyerah kepada jendral Yamashita Tomoyuki pada tanggal 15 Februari 1942. Kurang lebih 130.000 tentara India, Australia dan Britania Raya menjadi tahanan perang. (Net/Rif)

Komentar