Akan Digusur Kembali, Warga Cikuasa Pantai dan Kramat Raya Geruduk Kantor Wali kota Cilegon

Warga korban gusuran di Lingkungan Cikuasa Pantai dan Kramat Raya menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Walikota Cilegon. (Foto: TitikNOL)Warga korban gusuran di Lingkungan Cikuasa Pantai dan Kramat Raya menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Walikota Cilegon. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Ratusan warga korban gusuran di Lingkungan Cikuasa Pantai dan Kramat Raya, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, menggeruduk Kantor Wali kota Cilegon, Selasa (19/3/2019).

Aksi unjuk rasa ini buntut dari adanya surat yang mereka terima, bahwa tempat mereka akan digusur kembali oleh Pemkot Cilegon.

"Kami merasah resah dengan adanya surat dari Kelurahan Gerem kalau tempat kami akan digusur kembali. Maka dengan itu, kedatangan kami hari ini untuk meminta klarifikasi apakah betul surat penggusuran kembali yang kami terima dari Kelurahan Gerem itu resmi atau tidak, terus apa benar ini program Pemkot Cilegon," kata Korlap aksi, Erick, kepada wartawan.

Erick mengungkapkan, surat penggusuran kembali yang dilayangkan pihak Kelurahan Gerem itu diterima warga awal Maret lalu.

"Dalam surat itu katanya penggusuran kembali dilakukan untuk program RTH (Ruang Terbuka Hijau), sedangkan permasalahan kemarin saja yang sudah kami menangkan saja belum diselesaikan, ini malah digusur lagi. Dimana hati nurani pemerintah," ungkapnya.

Erick menambahkan, warga korban gusuran kini merasa resah dengan surat yang dilayangkan Kelurahan Gerem.

Bahkan kata dia, warga meminta kepada Wali kota Cilegon, Edi Ariadi, untuk mencopot Lurah Gerem, Samlawi, dari jabatannya.

"Seharusnya kepala kelurahan itu mengayomi dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat korban gusuran. Ini malah membuat resah kami dengan melayangkan surat akan digusur kembali. Maka dengan itu, kami minta Samlawi dicopot dari jabatannya sebagai Lurah Gerem," tegasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga berita ini dibuat warga korban gusuran masih melakukan aksi unjuk rasa sembari menunggu Wali kota Cilegon, Edi Ariadi.

Adapun untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan, aksi unjuk rasa mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian dan Satpol PP. (Ardi/TN1).

Komentar