Akibat Gelombang Tinggi Tongkang Terdampar di Pantai Bayah, Satu ABK Terjebak

Kapal tongkang bermuatan batubara terdampar di Pantai Ranca Bereum di Kampung Kampung Cikumpay, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Selasa (16/7/2019). (Foto: TitikNOL)Kapal tongkang bermuatan batubara terdampar di Pantai Ranca Bereum di Kampung Kampung Cikumpay, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Selasa (16/7/2019). (Foto: TitikNOL)

BAYAH, TitikNOL - Sebuah tongkang bernama BG Batang yang mengangkut sekitar 8.000 ton batubara dari Kalimantan, terdampar di Pantai Ranca Bereum di Kampung Kampung Cikumpay, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Selasa (16/7/2019) sekitar Pukul 14.00 WIB.

Rencananya, kapal tongkang itu akan membawa batubara ke PT Cemindo Gemilang, pabrik semen merk Merah Putih.

Namun karena gelombang tinggi, tongkang itu terdampar hanya ratusan meter dari dermaga sandar milik PT Cemindo Gemilang.

Parahnya, di atas tongkang terdapat satu Anak Buah Kapal (ABK) yang tertinggal. Jarak antara tongkang terdampar dan pantai yang mencapai 300 meteran, membuat awak kapal terjebak di atasnya.

"Kejadian terdampar sekitar pukul 14.00 tadi. Tongkang itu mau ke pelabuhan Cemindo, tapi karena gelombang tinggi, terdampar di Pantai Cibeureum," ujar Rian, salah satu warga saat dikonformasi melalui sambungan telepon.

Menurutnya, karena jarak antara tongkang dan daratan cukup jauh, seorang ABK yang ada di atas kapal terjebak.

"Satu orang terjebak di atas Tongkang. Karena jarak ke darat terlalu jauh, ABK itu masih ada di atas tongkang," lanjutnya.

Saat ini, kata Rian, nelayan setempat mencoba melakukan evakuasi dengan menggunakan ban bekas dan menjemput ABK yang terjebak di atas Tongkang.

"Nelayan di sini gunakan ban bekas mau jemput ABK yang terjebak di atas tongkang," imbuhnya.

Hingga saat ini, belum diketahui dari perusahaan mana tongkang itu berasal. Wartawan pun belum mendapatkan konfirmasi dari pihak PTCemindo Gemilang. (red)

Komentar