Aktivis Sebut PCM dan Pemkot Cilegon Tak Hargai Perjuangan Pemimpin Terdahulu

Lahan Pelabuhan Warnasari yang dijadikan tempat pembuangan lumpur PT Lotte Chemical Indonesia. (Foto: TitikNOL)Lahan Pelabuhan Warnasari yang dijadikan tempat pembuangan lumpur PT Lotte Chemical Indonesia. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Aktivis Pemerhati Pembangunan Kota Cilegon, Ahmad Yusdi, protes keras terhadap PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) dan Pemkot Cilegon yang membiarkan lumpur dari pengurukan pematangan lahan PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) dibuang ke lahan Pelabuhan Warnasari.

Menurut Yusdi, dijadikannya lahan Pelabuhan Warnasari sebagai tempat pembuangan lumpur itu, sama saja PT PCM dan Pemkot Cilegon sudah tidak menghargai perjuangan mantan Wali kota Cilegon Tb Aat Syafa'at dan Tb Iman Ariyadi.

"Saya sebagai masyarakat sangat kecewa dan tidak terima, lumpur milik PT LCI dibuang ke Pelabuhan Warnasari. Kita semua tahu bagaimana perjuangan Pak Aat dalam memperjuangkan lahan pelabuhan ini. Bahkan, untuk memperjuangkan lahan itu, beliau (almarhum, red) sampai masuk bui," kata Yusdi, Rabu (10/7/2019).

Baca juga: PT PCM Akui Dapat Profit dari Lumpur yang Dibuang di Lahan Pelabuhan Warnasari

Dikatakan Yusdi, seharusnya PCM dan Pemkot Cilegon fokus untuk mewujudkan pembangunan Pelabuhan Warnasari yang hingga kini belum memiliki progres apapun.

"Ini mengecilkan, juga mencoreng perjuangan dan pengorbanan pimpinan kami dahulu. Kami betul-betul kecewa," tegasnya.

Sementara itu, Komisi III DPRD Kota Cilegon berencana akan memanggil pihak PT PCM untuk meminta penjelasan terkait pembuangan lumpur ke lahan Pelabuhan Warnasari tersebut.

“Kami dari Komisi III DPRD Cilegon dalam waktu dekat ini akan memanggil pihak PT PCM terkait aktivitas pembungan lumpur ini ke Pelabuhan Warnasari. Kami ingin minta penjelasannya," ujar Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cilegon, Nurrotul Uyun. (Ardi/TN1).

Komentar