Angka Kematian Bayi Dan Ibu Hamil Menghawatirkan, IDRI Rangkul Berbagai Pihak

Suasana bakti sosial dan penyuluhan kesehatan di desa Tengkurak Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang, Banten, Selasa (16/7/2019). (Foto: TitikNOL)Suasana bakti sosial dan penyuluhan kesehatan di desa Tengkurak Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang, Banten, Selasa (16/7/2019). (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) Perwakilan Banten bekerjasama dengan Forum kesehatan ibu dan anak (Fopkia), BPJS Kesehatan, RS Hermina dan puskesmas Tirtayasa, mengadakan bakti sosial dan penyuluhan kesehatan di desa Tengkurak Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang, Banten, Selasa (16/7/2019).

Dalam Kegiatan tersebut, turut dihadiri sekitar 100 orang yang di antaranya ibu hamil dan menyusui, serta beberapa pihak terkait seperti unsur pemerintah desa setempat.

Ketua Fopkia, Kemuning mengatakan, angka kematian bayi dan ibu hamil di kabupaten Serang sangat menghawatirkan. Pasalnya, per bulan Juli 2019, kematian ibu hamil berjumlah 43 jiwa sedangkan untuk kematian bayi berjumlah 125 jiwa.

Dengan kondisi seperti itu, Ketua Fopkia berharap, agar pemerintah setempat ikut serta memberikan pengarahan kepada ibu hamil untuk mampu menjaga kesehatan diri.

"Khususnya ibu-ibu hamil dan menyusui, untuk aktif dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan diri," katanya dalam sambutannya.

Selain itu, Ketua bidang kesehatan masyarakat IDRI Banten Andi Hasryningsih mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman dan kesadaran bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan serta pentingnya memiliki BPJS kesehatan.

"Kami berharap dengan kegiatan ini Masyarakat di desa Tengkurak lebih memahami dan menyadari pentingnya arti kesehatan harus menjaga menjaga selalu dan juga harus memilki BPJS agar lebih mudah berobat," Katanya dalam sambutannya.

Pantauan di lokasi kegiatan, kegiatan tersebut meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan menyusui serta diakhiri dengan pembukaan pendaftaran peserta BPJS kesehatan. (Lib/TN1)

Komentar