Angka Kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Serang Masih Tinggi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Sri Nurhayati. (Foto: TitikNOL)Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Sri Nurhayati. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Kasus Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Serang terbilang masih tinggi.

Diketahui, bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, tingkat kematian pada ibu saat ini mencapai 55 orang.

Sedangkan untuk kematian bayi pasca melahirkan yaitu 143 bayi. Meski telah mengalami penurunan, namun hal itu masih dinilai tinggi dalam batas minimal badan kesehatan pusat.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Sri Nurhayati mengatakan, masalah kesehatan ibu dan anak menjadi atensi utama di Dinkes.

Menurutnya, kematian pada ibu dan anak difaktori oleh kurang intensnya melakukan pengecekan kepada petugas kesehatan selama masa kehamilan.

"Masalah kesehatan ibu dan Anak masih menjadi PR. Yang terjadi di lapangan kematian ibu dan bayi, semua harus bersinergi. Prilaku hidup bersih masih PR besar," katanya saat sambutan di Pemkab Serang, Rabu, (6/11/2019).

Selain itu, tingkat kesadaran dan prilaku hidup bersih masyarakat Kabupaten Serang masih rendah. Hal ini terbukti pada kematian ibu dan bayi yang didominasi oleh penyakit yang tidak menular.

"Penyakit tidak menular penkontribusi terbesar. Karena 3 tahun ini cenderung ada peningkatan. Penyakit tidak menular itu, akar masalahnya adalah prilaku kita sendiri," ujarnya.

Maka untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, diperlukan kerjasama antara Dinkes dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ulama serta masyarakat dalam menjaga pola hidup sehat.

"Kami sadar betul generasi sehat akan didapatkan apabila sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan bisa ditingkatkan. Derajat kesehatan masyarakat akan baik manakala semua stakeholder berkontribusi. Karena kalau hanya dinkes saja tidak akan mampu," ungkapnya.

Dikatakan Sri, upaya yang telah dilakukan dalam menurunkan AKI dan AKB, pihaknya telah membentuk kader pendamping ibu hamil pada tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten. Sehingga pasien ibu hamil yang memili kendala, akan terintegrasi dan cepat dilayani.

"Kami telah membentuk kader pendamping untuk mendampingi semua ibu hamil, jadi kalau ada keluhan dan masalah segera termanagement. Jadi sedini mungkin kami tangani," tukasnya. (Son/Tn1)

Komentar