ASDP Merak Bongkar Manipulasi Tiket Kapal yang Dikelola PT Mata Pensil

Pintu masuk menuju Pelabuhan Merak. (Dok: net)
Pintu masuk menuju Pelabuhan Merak. (Dok: net)


          CILEGON,TitikNOL – Dugaan adanya manipulasi tiket kapal di Pelabuhan Merak, Banten, dibongkar oleh PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak.

          Dalam pengungkapannya, operator di Pelabuhan Merak tersebut mendapati sebanyak 16 tiket penumpang kendaraan roda empat yang dimanipulasi oleh para oknum menjadi tiket bertarif kendaraan penumpang roda dua atau sepeda motor.

          Praktik manipulasi tiket kapal itu diduga dikoordinir oleh lebih dari satu orang alias sindikat. Bahkan, dalam menjalankan aksinya pelaku menggunakan bahasa-bahasa sandi supaya tidak ketahuan.

          General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Tommy S Kaunang mengatakan, pihaknya telah melaporkan dugaan praktik manipulasi tiket kapal itu ke Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, serta menyerahkan sejumlah barang bukti.

          Lebih lanjut Tommy mengungkapkan, berdasarkan dari hasil rekaman CCTV dan struk tiket penumpang, pihaknya mendapati sebanyak 23 tiket yang diduga telah dimanipulasi oleh oknum yang bekerja di PT Mata Pensil Globalindo, selaku operator tiket elektronik di Pelabuhan Merak.

          “Jadi pengakuan dari mereka (oknum) ada 10 tiket, tetapi dari pantauan kami di CCTV ada 23 tiket yang dimanipulasi,” katanya kepada wartawan di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Rabu (5/7/2017).

          "Tidak hanya bukti tiket dan rekaman CCTV, tetapi kita juga menemuka uang hasil manipulasi tiket kurang lebih Rp5,9 juta. Adapun uang itu kini telah diamankan sebagai barang bukti," tambahnya.

          Tommy menyebut, oknum-oknum itu bermain menggunakan bahasa-bahasa khusus atau sandi saat menjalankan aksi manipulasi tiket kapal.

          “Mereka itu menggunakan kata Oyib. Oyib itu bahasa mereka untuk memutar tiket. Padahal dalam kerjasamanya, Mata Pensil menjamin tidak ada tiket putar lagi namun ternyata masih ada. Berarti ini sama saja mempemainkan kita (ASDP),” ujarnya.

          Tommy pun berharap, agar kasus yang telah dilaporkan pihaknya ke KSKP Merak, agar dibongkar hingga jaringannya.

          Pasalnya, dengan adanya kasus itu pihaknya telah dirugikan termasuk juga telah merugikan perusahaan pelayaran lainnya dan pengguna jasa.

          Terpisah, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Merak, AKP Teisyar Rhofadli Prayitno menyatakan, sampai saat ini pihaknya sudah mengamankan 4 orang terduga pelaku yang terlibat dalam praktik manipulasi tiket kapal tersebut.

          Mereka adalah masing-masing beriniial FR, AN, FA, dan F. Dimana dua di antaranya pekerja di PT Mata Pensil dan perusahaan pelayaran.

          “Sudah ada 4 orang yang kita amankan. Saat ini mereka sedang kita minta keterangan. Untuk yang dari Mata Pensil mereka adalah bagian operator dan Koodinator Lapangan," ungkapnya. (Ardi/red).

          Komentar