SERANG, TitikNOL – Para pedagang daging sapi yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Pedagang Daging (Gappenda) Provinsi Banten, akan mendatangi DPRD Banten untuk mengadukan keluhan soal kenaikan harga daging sapi.
Aksi mogok berdagang akan dilakukan mulai besok, Jumat (22/1/2021) selama lima hari, yang akan dilakukan para pedagang daging sapi di seluruh pasar tradisional di Banten.
"Kami besok mogok, seluruh pedagang di pasar tradisional. Total yg bergabung di kami ada 300 pedagang," kata Ketua Gappenda Banten Aeng MZ.
Mulai besok, kata Aeng, para pedagang akan berkumpul untuk membahas pertemuan dengan DPRD Banten meminta audensi, supaya bisa mengatasi tingginya harga daging sapi.
"Kami akan mendatangi DPRD Banten meminta audensi, untuk membahas ini. Karena seluruh pedagang sudah kesulitan dan mengalami kerugian besar," ungkapnya.
Aeng menjelaskan, saat ini kondisi pedagang daging sapi mengalami kerugian besar. Salah satunya, di Pasar Induk Rau Kota Serang. Dalam sehari biasanya mampu menjual 20 ekor sapi tapi saat ini hanya 10 ekor sapi.
"Biasanya 20 ekor sekarang setengahnya saja, itu pun kesulitan menjualnya karena para pedagang menilai dengan harga Rp120 ribu perkilogramnya," jelasnya.
Saat ini, seluruh para pedagang siap mengambil resiko tidak berdagang meski tidak mendapatkan penghasilan, demi mendapatkan solusi agar penjualan kembali normal.
"Kerugian itu sudah resiko kami, karena mogok dagang atau tidak itu sama saja, kami mengalami kerugian karena sulit untuk menjualnya," tukasnya. (Gat/TN1)