Banyak Masalah, Direktur RSUD Banten Didesak Mundur

Demo LSM Laskar Eksistensi Rakyat (Laser) Banten dijaga aparat kepolisian di depan Kantor Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (6/4/2017). (Foto: TitikNOL)Demo LSM Laskar Eksistensi Rakyat (Laser) Banten dijaga aparat kepolisian di depan Kantor Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (6/4/2017). (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Puluhan orang yang tergabung dalam LSM Laskar Eksistensi Rakyat (Laser) Banten berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (6/4/2017). Mereka mendesak Penjabat Gubernur Banten Nata Irawan agar mencopot jabatan Direktur RSUD Banten Dwi Hesti Indarti.

Koordinator aksi, Sumarna mengatakan dalam orasinya menuding Direktur RSUD melakukan tindakan yang bertentangan dengan aturan, antara lain terkait dugaan pemotongan jasa pelayanan medis sebesar Rp 44 persen dari total pendapatan RSUD Banten tahun 2016.

"Akibatnya terjadi kebocoran anggaran sebesar RR1,9 miliar. Ini dilakukan dengan cara melakukan pemotongan jaspel karyawannya yang menerima insentif itu," katanya.

Selain itu, menurutnya, fasilitas RSUD Banten hingga saat ini tidak memadai. Padahal, lanjutnya, RSUD sebagai rujukan dari kabupaten/kota. Belum lagi, lanjutnya, kasus-kasus penyelewengan yang diduga melibatkan direktur pada 2015 terkait dengan pengadaan sejumlah alat kesehatan.

"Banyak pasien yang harus dirujuk lagi ke jakarta, karena fasilitas RSUD Banten tidak memadai. Oleh karena itu kami mendesak Pj Gubernur untuk mencopot direktur RSUD. Kalau dibiarkan dikhawatirkan akan terjadi pemotongan-pemotongan lagi," tegasnya.

Pihaknya juga berencana akan melaporkan dugaan kasus pemotongan Jaspel tersebut ke Kejari Serang.

"Setelah ini kita akan datang ke Kejari Serang untuk melapor, kita sudah siapkan berkasnya," tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di lokasi menunggu perwakilan pemprov untuk memberikan statement. (Kuk/Rif)

Komentar