SERANG, TitikNOL - Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia tinjau lokasi banjir di Perumahan Grand Sutera, Kota Serang, 12 Januari 2026.
Agis datang menuju pengungsian membawa makanan untuk para korban terdampak banjir. Dia juga mengelilingi area banjir khususnya di area sungai Parung yang diduga menjadi penyebab banjir.
Agis mengatakan debit airnya besar dan melebihi daya tampung, diperparah kurangnya normalisasi sungai.
Saat ini P emerintah kota menyiapkan dua titik pengungsian di masjid dan mushola, lengkap dengan layanan kesehatan yang didukung Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat.
“Semalam saya bersama kepala dinas datang ke lokasi, siang ini kembali untuk memastikan penanganan banjir di Grand Sutra berjalan. Layanan kesehatan sudah tersedia, begitu juga kebutuhan makan warga melalui dapur umum,” katanya.
Wakil wali kota menjelaskan, pihaknya sedang memantau penyebab utama banjir, termasuk debit besar Sungai Parung dan beberapa titik permukiman yang menjadi langganan genangan.
“Koordinasi telah dilakukan dengan Balai Besar Wilayah Sungai untuk pengerukan dan normalisasi agar aliran air dapat tertampung,” lanjutnya.
Nur Agis menekankan, seluruh perangkat daerah, dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga camat, lurah, RT, dan RW, dikerahkan untuk memastikan evakuasi dan pelayanan pengungsian berjalan lancar.
“Data sementara menunjukkan sekitar 450 rumah terdampak. Dua titik pengungsian sudah disiapkan dan seluruh tim OPD serta unsur provinsi ikut memantau di lapangan,” ujarnya.
Selain Grand Sutera, banjir juga melanda beberapa wilayah lain di Kota Serang, antara lain Pakupatan, Citra Gading, Cipocok, Curug, dan Walantaka. Nur Agis memastikan penanganan cepat dapat meminimalkan risiko bagi warga dan mempercepat pemulihan permukiman pascabanjir.