Bayah Mencekam, PT Cemindo Dituding ‘Adu Domba’ Warga

Warga Desa Pamubulan saat berkumpul di kantor desa untuk melakukan dialog. (Foto: TitikNOL)Warga Desa Pamubulan saat berkumpul di kantor desa untuk melakukan dialog. (Foto: TitikNOL)

BAYAH, TitikNOL – Situasi di Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak mencekam, pasca diturunkannya delapan mobil Brimob untuk mengamankan aksi unjuk rasa warga. Saat ini, kondisi massa di desa tersebut terpecah antara yang pro terhadap perusahaan dan kontra.

Warga yang mendukung perusahaan tetap menjalankan kendaraannya untuk mengangkut material semen di lokasi tambang Quarry 1, dimotori oleh Kepala Desa Pamubulan yakni Ago Juhari.

Sementara warga lainnya yang sejak kemarin melakukan aksi protes, tetap teguh dengan pendiriannya agar aktivitas kendaraan milik PT Cemindo Gemilang dihentikan paksa karena telah merusak jalan.

Baca juga : Aksi Warga Bayah ke PT Cemindo Dikawal Ketat, Personel Brimob Diturunkan

Situasi inipun disayangkan oleh warga yang sejak kemarin melakukan aksi protes. Mereka menyayangkan adanya upaya adu domba yang dilakukan oleh pihak perusahaan kepada warga di Desa Pamubulan.

"Saat ini kami hawatir bentrok antar warga. Perusahaan sudah berusaha mengadu domba kami, padahal kami sepakat untuk menghentikan paksa kendaraan angkutan bahan baku material oleh perusahaan karena debu kendaraan akan membahayakan bagi kesehatan kami," tegas Marto Sanjaya, saat dihubungi wartawan, Minggu (09/04/2017) malam.

Marto juga menyayangkan sikap Kepala Desa Pamubulan, yang malahan melakukan aksi tandingan, untuk menghadang aksi warga lainnya yang berencana menghentikan paksa angkutan kendaraan material pabrik semen. (Red)

Komentar