Belajar Membatik, Murid TK di Cilegon Kunjungi Sanggar Batik Krakatoa

Murid TK Raudhatul Atfal Baitul Mutaqin saat belajari motif dan membatik di sanggar Batik Krakatoa Cilegon. (Foto: TitikNOL)Murid TK Raudhatul Atfal Baitul Mutaqin saat belajari motif dan membatik di sanggar Batik Krakatoa Cilegon. (Foto: TitikNOL)

CILEGON , TitikNOL - 95 murid Tqman Kanak-kanak Raudhatul Atfal Baitul Mutaqin, Desa Serdang, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, kunjungi sanggar Batik Krakatoa di kompleks Gedung Creative Center, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Rabu (25/9/2019).

Puluhan murid TK yang didampingi para guru itu, mempelajari motif-motif dan membatik di sanggar batik khas Cilegon tersebut.

Dalam kesempatan itu, anak-anak juga praktik membatik di sehelai kain putih. Adapun motif yang digambar adalah menara Banten dan debus.

Wakil Kepala Sekolah RA Baitul Mutaqin Nurkilah menjelaskan, kunjungan kali ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, kunjungan dilakukan satu hari sebelumnya yaitu, Selasa (24/9/2019). Selama dua hari, ada sekira 200 murid RA yang diajak mengenal sekaligus belajar membatik.

"Ini kan salah satu batik Banten, jadi kita ingin anak-anak tahu kalau Banten juga punya batik, salah satunya,Batik Krakatoa," ungkap Nurkilah disela-sela kunjungan.

Menurut Nurkilah, anak-anak perlu dikenalkan terhadap budaya sekaligus potensi daerah sejak dini, agar kebanggaan sekaligus kecintaan terhadap daerah semakin tumbuh dalam diri anak-anak.

Sementara itu, Pembina Batik Krakatoa Hany Seviatri mengungkapkan, sanggar Batik Krakatoa kerap menjadi destinasi kunjungan para pelajar baik dari dalam Kota Cilegon maupun dari daerah lain.

Kunjungan itu kata dia, wujud apresiasi serta pengakuan masyarakat terhadap keberadaan Batik Krakatoa sebagai bagian dari potensi serta media mempertahankan kebudayaan Banten.

"Mereka belajar motif-motif batik dan sejarah batik," katanya.

Di sanggar Batik Krakatoa, sambung dia, terdapat 60 motif batik, setiap motif mengambarkan budaya serta karakter Banten secara umum dan Kota Cilegon secara khusus. Misalnya, motif kue gipang, gunung Anak Krakatau, debus dan rampak bedug.

"Saya bersyukur kebaradaan sanggar Batik Krakatoa diapresiasi oleh masyarakat luas, karena tujuan dari didirikannya sanggar itu adalah upaya mempertahankan kebudayaan baik Kota Cilegon maupun Banten," ujarnya. (Ardi/TN1).

Komentar