Jum`at, 4 April 2025

Beli Mobil Dinas Hingga Rp600 Juta, Sekda Lebak Didemo Warga

Puluhan warga berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Lebak meminta Dede yang sebagai Komandan PNS di lingkungan Pemkab Lebak untuk dicopot. (Foto: TitikNOL)
Puluhan warga berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Lebak meminta Dede yang sebagai Komandan PNS di lingkungan Pemkab Lebak untuk dicopot. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Ketahuan membeli mobil dinas Pajero Sport senilai Rp600 juta, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Dede Jaelani didemo warga. Warga meminta Dede dicopot dari jabatannya sebagai komandan PNS di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Lebak, Banten.

Permintaan agar Sekda dicopot dari jabatannya disampaikan kelompok masyarakat yang tergabung dalam Forum Warga Perduli Lebak (Forwali) saat menggelar aksi demo di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, Kamis (30/6/2016).

Menurut Ahmad Syarif, salah seorang orator, pembelian mobil dinas baru yang dipakai sekda tersebut sangatlah kontradiktif dengan kondisi masyarakat di lapangan. Saat ini, warga Lebak sangat membutuhkan perhatian lebih di berbagai bidang seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan lainnya. Menurut warga, lebih baik anggaran mobil dinas tersebut, dialihkan untuk pos-pos yang lebih sesuai kebutuhan masyarakat.

“Padahal lebih baik anggarannya digunakan untuk keperluan pos yang lain. Yang lebih bersentuhan langsung dengan rakyat. Mobil dinas yang lama juga masih layak pakai,” kata Ahmad Syarif, ketika melakukan orasi didepan gedung DPRD Kabupaten Lebak.

Masih kata Syarif, aspirasi yang dia bawakan atas nama warga Lebak tersebut merupakan suara rakyat, di mana tidak ada unsur kepentingan dalam hal ini. Mengingat pembelian mobil dinas tersebut selain mubazir juga dinilai sebagai pemborosan anggaran. Bahkan bisa disebut sebagai sebuah bentuk ketidak berpihakan para pejabat Lebak kepada masyarakat kecil.

"Seharusnya saat ini, pejabat Lebak dapat menahan diri dan memiliki budaya malu melihat kondisi Lebak yang masih terbelakang," cetus dia sengit.

Dengan demikian menurut Syarif, pihaknya meminta kepada DPRD Lebak sebagai wakil rakyat agar segera membentuk panitia khusus (Pansus) terkait pembelian mobil dinas yang dinilai berlebihan. DPRD dan Bupati Lebak juga harus merekomendasikan pencopotan Dede Jaelani sebagai sekretaris daerah kepada Gubernur Banten dan Mendagri.

"Kami meminta agar DPRD dan bupati merekomendasikan kepada Gubernur dan Mendagri agar segera mencopot Dede Jaelani sebagai sekda Lebak," kata Ahmad Syarif.

Terpisah, wakil ketua DPRD Lebak, Yogi Rahmat, yang menerima keluhan warga menyampaikan dukungannya terhadap aspirasi yang disampaikan, bila aspirasi tersebut berasal dari 'akar rumput'. Untuk sementara, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu permasalahan pembelian mobil dinas. 

"Tentunya aspirasi yang disampaikan kami terima dengan baik, asal murni dari kegelisahan warga. Persoalan ini akan dibahas secepatnya," kata Yogi di depan para pendemo. (Gun/dd)

Komentar