Belum Lama Dikerjakan, Peningkatan Jalan Ciater Disoal Pengguna Jalan

Kondisi Jalan Ciater Raya - Serpong, Tangerang Selatan. (Foto: TitikNOL)
Kondisi Jalan Ciater Raya - Serpong, Tangerang Selatan. (Foto: TitikNOL)

TANGSEL, TitikNOL - Pekerjaan peningkatan jalan di Jalan Ciater - Serpong diduga bermasalah. Pasalnya, pekerjaan peningkatan Jalan Ciater Raya tersebut belum genap satu bulan aspalnya sudah berantakan.

Pantauan wartawan di lokasi, Jalan Ciater Raya tampak dipenuhi pasir dengan kondisi jalan bergelombang. Dengan kondisi itu, tak sedikit pengguna jalan mengalami kecelakaan tunggal lantaran terjatuh dari motor akibat terpeleset pasir.

Salah satunya yang dialami oleh WG (37). Warga Serua, Ciputat. Dia mengaku pernah terpeleset saat melintasi Jalan Raya Ciater usai hujan mengguyur wilayah setempat. Beruntung, dia bersama istrinya hanya mengalami luka lecet.

"Pernah saya terjatuh di jalan itu pak, saat itu kira-kira sebelum Pilkada. Saat hujan sudah reda, saya itu melintas di dekat bundaran Bundaran Maruga. Kan dari arah Ciputat pasti menghindari bundaran, pas saya belok stang saya terjatuh. Beruntung saya dan istri hanya mengalami lecet," terang MG kepada TitikNOL.

Sementara, Riki (32), warga setempat saat berbincang dengan wartawan menyampaikan, menurut dia, jalan yang baru dibangun sebelum Pilkada itu kondisinya sudah rusak parah pasca dikerjakan oleh kontraktor saat malam hari.

"Itu sehari setelah jalan dikerjakan sudah rusak bang, seingat saya itu sebelum Pilkada pengerjaannya. Padahal sebelum jalan ini diaspal, kondisi aspal sebelumnya sudah sangat baik, justru ditambah aspal lagi kondisi jalan makin parah dan buruk sekali," jelas Riki.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangsel, Budi Rachmat kepada awak media menerangkan, pengaspalan Jalan Ciater Raya dengan dua arah memiliki panjang 4.000 meter. Jalan tersebut, kata Budi, sisi samping masing-masing memiliki panjang 2.000 meter.

"Jalan Ciater Raya itu sebenarnya baru satu bulan belakangan ini diaspal. Total ada dua jalur berlawanan yang diaspal, baik dari arah Bundaran Maruga menuju Jalan Letnan Soetopo ataupun rute sebaliknya. Dari penelusuran, jalan dua arah yang diaspal memiliki panjang sekitar 4.000 meter, dengan nilai kontrak sebesar R 7 Miliar," terangnya.

Meski begitu, Budi menyebut masa kontrak pekerjaan peningkatan jalan tersebut selama 180 hari (enam bulan, red). Itu pun, kata Budi, masih menjadi tanggungjawab Kontraktor.

Kendati demikian, pihaknya mengklaim, persoalan jalan tersebut saat ini sedang dilakukan uji lab atas kondisi jalan di sana. Dengan begitu, perbaikannya akan dilakukan kembali setelah keluar hasil uji laboratorium.

"Untuk Jalan Ciater, mutlak masih tanggung jawab kontraktor, karena masih ada garansi untuk pengerjaan pengaspalan. Kami sudah melakukan pemanggilan kepada Kontraktor yang mengerjakan proyek jalan di sana. Jika hasil lab keluar, pihak kontraktor segera akan melakukan pengaspalan ulang," katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun TitikNOL dari LPSE Kota Tangerang Selatan melalui Tangerang Selatan.go.id menyebut, nama tender itu adalah peningkatan Jalan Ciater Raya, dengan kategori pekerjaan kontruksi dibawah instansi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Tangerang Selatan.

Proyek tersebut disebutkan dengan nilai pagu mencapai Rp8.500.000.000,00 dengan HPS Rp 8.490.721.000,00 dan dikerjakan oleh kontraktor PT Agya Karunia Abadi. (Don/TN1)

Komentar