Bendahara Desa di Serang Selewengkan Dana Desa Untuk Main Saham

Ilustrasi. (Dok: Marketbisnis)
Ilustrasi. (Dok: Marketbisnis)

SERANG, TitikNOL – Entah bisikan apa yang masuk ke telinga NH, Bendahara Desa Kabubeureum, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. NH tega melakukan tindakan korupsi dana desa untuk bermain Foreign Exchange (forex).

Tidak tanggung-tanggung, uang desa dan dana bantuan covid-19 untuk warga senilai Rp570 juta melayang, lantaran kalah dalam percaturan saham. Akibatnya, saat ini NH harus tidur beralas tikar di sel tahanan Polresta Serang.

Saat wawancara, NH mengaku tindakan korupsi itu dilakukan untuk melunasi hutang sebanyak Rp135 juta kepada rekannya. Alih-alih gelap mata dan terpojok desakan tagihan, menjadikan nyali NH untuk memindahkan uang dari rekening desa kepada rekening pribadinya.

“Rp570 juta pakai saham saja, awalnya saya terlilit hutang. Khilaf pak, karena saya terpojok, saya ditagih hutang sama temen gelap mata, gelap hati akhirnya nekat,” katanya saat ditemui di Mapolresta Serang, Rabu (21/10/2020).

Ia mencoba keberuntungan main forex kurang lebih selama lima bulan. Ekspektasinya, keuntungan dari saham Rp570 juta itu akan digunakan untuk membayar hutang. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Uang desa yang dijadikan tumbal dalam pasar saham raib. Nahasnya juga, hutang Rp135 juta kepada rekannya pun tidak terlunasi.

“Di transfer ke rekening pribadi. Hutang Rp135 juta. Bertahap, paling besar Rp10 juta selama lima bulan dipakainya. (Main forex) baru lihat dari youtube,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Serang AKP Indra Feradinata menjelaskan, kasus ini diketahui pada saat waktu pembayaran honor perangkat desa tidak dibayarkan sejak bulan Juni 2020. Bahkan, tersangka sudah tidak masuk kantor lagi untuk menyembunyikan boroknya.

“Penggelapan dana desa Rp570 juta, proses penyidikan sudah ditetapkan tersangka, sudah dilakukan penahanan. Awalnya itu, diketahui pada saat pembayaran honor perangkat desa tidak dibayarkan sejak Juni dan pelaku sudah hilang hilang tidak masuk,” jelasnya.

Saat diintrogasi, kata AKP Indra, tersangka telah mengikuti forex sejak bulan Maret 2020. Kecurigaan penyelewengan terbukti setelah perangkat desa melakukan pengecekan rekening. Ternyata, dana desa itu di transfer ke rekening pribadi tersangka untuk kepentingan pribadinya.

“Saldo kas sudah habis, sisa Rp200 ribu. Setelah diperiksa ternyata dana desa di transfernya ke rekening pribadi, digunakan untuk kepentingan pribadi untuk ikuti saham,” paparnya.

Menurutnya, jumlah uang yang di korupsi bersumber pada item pembangunan insfratuktur, honor perangkat desa dan bantuan untuk covid-19 kepada masyarakat.

“Anggaran desa terkait infrastruktur desa dan ada yang digunakan untuk BLT ada yang dialihkan karena corona. Alat bukti berupa buku rekening termasuk rekening koran, pemeriksaan 45 orang baik perangkat desa dan kecamatan. Yang bersangkutan kita kenakan pasal 2, 3 dan 8 tentang Tipikor,” tukasnya
(Son/Gat/TN1)

Komentar