Bersama PKB, Ratu Tatu Perkuat Program Keagamaan

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SERANG, TitikNOL - Bakal calon bupati Serang petahana, Ratu Tatu Chasanah menjalani fit and proper test secara teleconference dengan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dalam pernyataannya, Tatu menyatakan, bersama PKB akan terus meningkatkan program keagamaan.

Menurut Tatu, dalam teleconference tertutup, Desk Pilkada DPP PKB meminta dirinya berkomitmen dalam program keagamaan, terutama peningkatan ekonomi pondok pesantren. “Sejumlah program keagamaan sudah dijalankan Pemkab Serang saat ini. Ke depan diperkuat kepada pemberdayaan ekonomi pesantren,” ujar Tatu kepada wartawan, Jumat (12/6/2020).

Sejumlah program yang dijalankan Ratu Tatu saat ini selaku Bupati Serang yakni, bantuan rehabilitasi pondok pesantren, insentif guru ngaji dan guru madrasah hingga pemandi jenazah, beasiswa penghafal Alquran, serta insentif guru TPQ. “Ke depan, sebagai bagian dari upaya penurunan angka pengangguran, tentu kita akan masuk pada pemberdayaan ekonomi pesantren,” ujarnya.

Tatu optimistis, DPP PKB akan memberikan rekomendasi kepada dirinya dalam Pilkada Kabupaten Serang. “Insya Allah, kami ingin kembali bersama PKB melanjutkan pembangunan di Kabupaten Serang,” ujarnya.

Ketua DPW PKB Banten Ahmad Fauzi mengungkapkan, ada lima nama bakal calon yang tengah digodok oleh PKB. Yakni Ratu Tatu Chasanah, Wahyu Papat Jr, Abdul Latif, Abdul Gofur, dan Eki Baihaki. “Setelah fit and proper, Desk Pilkada DPP PKB akan mengadakan rapat. Dan segera mengambil keputusan,” ujarnya.

Terkait kemungkinan PKB merekomendasikan Ratu Tatu menjadi bakal calon bupati Serang yang diusung, ia menyerahkan semua kepada keputusan DPP. “Saya kira, DPP PKB punya informasi lengkap, track record, dan komitmen dari visi misi Ibu Tatu. Jika dinilai terbaik DPP, tentu PKB akan mengusung kembali,” ujarnya.

Ia membenarkan, DPP PKB menegaskan komitmen program pemerintah daerah dalam pengembangan pesantren. “Sama dengan visi misi Bu Tatu, ada penegasan pada program keagamaan. Terutama dalam peningkatan ekonomi pondok pesantren,” ujarnya. (TN2)

Komentar