Biaya Capai Puluhan Juta, Kegiatan Sosialisasi KPU Lebak Disoal

Ahmad Saparudin ketua KPU Lebak saat memberikan sambutan di acara pegelan seni dan budaya. (Foto: TitikNOL)Ahmad Saparudin ketua KPU Lebak saat memberikan sambutan di acara pegelan seni dan budaya. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Sosialisasi partai politik melalui pagelaran seni budaya, dalam rangka pemilu serentak secara nasional tahun 2019 oleh KPU Kabupaten Lebak dengan biaya kegiatan mencapai Rp55 juta disoal.

Sebab, dengan biaya sebesar itu, kegiatan itu disebut dilaksanakan secara asal-asalan dan tidak meriah. Faktanya, pengeras suara pada kegiatan yang digelar di Alun-alun Rangkasbitung itu menggunakan sound system yang tidak terdengar jelas oleh masyarakat yang hadir.

Tidak hanya itu, sound yang disewa satu paket dengan panggung dan tenda itu tidak sebanding dengan kualitas suara yang dihasilkan. Padahal nilai anggaran biaya kegiatan mencapai puluhan juta rupiah.

Mulyono (35) salah seorang warga yang hadir mengatakan, sosialisasi yang baik adalah yang bisa dimengerti oleh masyarakat. Terlebih lanjut Mulyono, kegiatan yang digelar itu dibiayai menggunakan uang rakyat.

Kata dia, bagaimana sosialisasi dan pengenalan parpol bisa tersampaikan, jika sound system yang digunakan dari hasil sewa dengan uang rakyat suaranya jelek tidak terdengar dengan jelas.

Padahal, bila anggaran sewa sound dan panggung itu di optimalkan harusnya hasilnya maksimal.

"Ini soundnya jelek karena suara pecah jadi tidak terdengar jelas sampai ke belakang (seluruh Iapang) acara, selain itu masa waktu menyanyikan lagu Indonesia Raya saja tidak pakai Instrumen musik, lampu lighting saja tidak ada. Udah itu, waktu masuk di sesi seni masa tim yang harusnya langsung tampil, sampai lama stel ini stel itu. Kan penonton yang hadir juga jadi jenuh. Intinya acara seni budaya yang digelar KPU Lebak menjenuhkan, tuh lihat, satu persatu orang-orang parpol yang hadir saja mulai meninggalkan acara," tuturnya.

Hal itu pun diamini oleh salah seorang wartawan yang tengah meliput jalannya kegiatan seni budaya dan tidak bersedia disebutkan identitasnya.

Kata dia, bahwa ada dugaan korupsi anggaran sewa sound syistem, panggung dan tenda di kegiatan seni dan budaya sangat nampak.

"Waduh, kok bisa jelek begitu sound systemnya. Lagu Indonesia Raya kok enggak pakai instrumen musik, jadi yang hadir dan menyanyikannya kalah suara sama musik permainan anak-anak. Ini mengindikasikan adanya dugaan korupsi pada kegiatan ini," celoteh salah seorang wartawan tersebut sambil meninggalkan TitikNOL di lokasi kegiatan.

Imas Iriani Kasubag Tekra dan Hupmas pada kantor KPU Lebak, saat di konfirmasi terkait kegiatan tersebut terkesan enggan memberikan penjelasan lebih lanjut kepada wartawan.

"Sewa sound dari GNJ satu paket dengan panggung dan tenda," katanya

Disinggung berapa jumlah total anggaran biaya seluruh kegiatan pegelaran seni budaya, terutama biaya sewa satu paket sound, tenda dan panggung tersebut, Imas Iriani pun terkesan enggan memberikan penjelasan lebih jauh.

"Nanti saja di kantor, saya lagi sakit dari kemarin," kilahnya. (Gun/TN1)

Komentar