Minggu, 21 Juli 2024

Cilegon Berpotensi Tsunami, Pelaku Industri Gelar Simulai Bencana

Foto bersama usai pelaksanaan Tsunami Drill di Ciwandan. (Foto: TitikNOL)
Foto bersama usai pelaksanaan Tsunami Drill di Ciwandan. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Wilayah zona 1 industri Kota Cilegon menyelenggarakan kegiatan Tsunami Drill (Simulasi Bencana Tsunami) yang berlokasi di Bukit Marengmang , Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kamis (23/12/2021).

Kegiatan ini sebagai salah satu edukasi kepada masyarakat, terutama pekerja industri dalam mengahadapi dan mengantisipasi terjadinya bencana alam, bencana industri serta bencana alam yang mengakibatkan bencana industri.

Simulasi diikuti 75 karyawan dan 150 masyarakat, dengan diawali terjadinya gempa bumi magnitude 8,7 yang dirasakan di pesisir pantai Ciwandan yang berpotensi tsunami.

Kemudian dilanjutkan dengan dibunyikannya sirine bencana alam dari masing-masing perusahaan sehingga masyarakat dan karyawan dapat melakukan evakuasi menuju titik evakuasi yang telah ditentukan.

Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian mengapresiasi upaya yang dilakukan industri dalam menyikapi kesiapsiagaan dalam menghadapai bencana.

"Saya selaku perwakilan dari Pemerintah Kota Cilegon sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas upaya yang telah dilakukan industri di Ciwandan dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana," ujarnya.

Helldy menjelaskan, kegiatan simulasi sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengantisipasi dan meminimalisir korban ketika terjadi bencana.

"Simulasi ini sebagai upaya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengantisipasi dan meminimalisir korban jika nanti terjadi bencana di Kota Cilegon, khususnya di wilayah yang terdapat industri," tuturnya.

Lebih lanjut, Helldy menilai simulasi sebagai langkah nyata dan serius dari industri dalam menghadapai bencana.

"Adanya simulasi ini sebagai langkah yang nyata dan sangat serius dari seluruh industri yang ada di Ciwandan dalam menghadapi bencana, sehingga ketika hal yang tidak diinginkan itu terjadi, kita semua tidak panik dan mampu melakukan hal-hal penting yang diperlukan," pungkasnya. (Ardi/TN3).

Komentar