MERAK,TitikNOL - Cuaca ekstrem yang melanda Perairan Selat Sunda sejak kemarin sore hingga dini hari tadi membuat kapal-kapal yang beroperasi di penyeberangan Merak - Bakauheni sempat dikurangi. Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya kecelakaan laut yang disebabkan tingginya gelombang.
Berdasarkan Informasi yang berhasil dihimpun, kapal-kapal yang punya jadwal sandar di dermaga 4,5, dan 6 terpaksa harus dikurangi lantaran alur laut di dermaga tersebut berbahaya sehingga kapal tidak berani melakukan bongkar muat.
Dari 32 kapal yang biasa beroperasi, pengurangan mencapai 19 kapal lantaran banyak perusahaan kapal yang meminta ke pihak ASDP untuk engker. Meski demikian, kondisi Pelabuhan Merak tidak sampai ditutup seperti pada November 2017 lalu.
" Kondisi cuaca kemarin angin itu 40-50 knot, untuk gelombang 2-4 meter sehingga beberapa kapal gagal sandar. Bahkan kemarin sempat sampe 19 kapal yang beroperasi karena beberapa kapal minta untuk engker karena koindisi cuaca," ungkap General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak Fahmi Alweni kepada wartawan, Senin (29/1/2018).
Fahmi mengatakan, ada kapal yang sudah sandar di dermaga 4 tidak bisa keluar selama 1,5 jam akibat gelombang tinggi . Padahal umumnya, kata Fahmi, waktu bongkar-muat kapal itu hanya 1 jam,namun karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan akhirnya port time molor.
Meski sempat terjadi beberapa gangguan operasional di Pelabuhan Merak,lanjut Fahmi, kondisi saat ini sudah kembali normal dengan kapal yang beroperasi mencapai 32 kapal. Untuk mengantisipasi cuaca kembali tidak bersahabat, pihak ASDP sudah mengantisipasi hal tersebut.
"Dengan kondisi sekarang sudah kembali normal lagi, kita diskusikan sudah kembali sesuai jadwal yang ada.Tapi tetap kita mengimbau kepada perusahaan pelayaran dan nahkoda agar selalu berhati-hati jika kondisi cuaca kembali buruk, " ujarnya. (Ardi/TN2).