Cuaca Buruk, Truk Terguling di Dalam Kapal Penyeberangan Merak - Bakauheni

Truk terbalik di dalam kapal penyeberangan Merak - Bakauheni akibat cuaca buruk. (Foto: Istimewa).
Salah satu truk terguling akibat cuaca buruk. (Foto: Ist)
Truk terbalik di dalam kapal penyeberangan Merak - Bakauheni akibat cuaca buruk. (Foto: Istimewa). Salah satu truk terguling akibat cuaca buruk. (Foto: Ist)

MERAK,TitikNOL - Cuaca buruk yang melanda Perairan Selat Sunda, mengakibatkan dua truk yang ada di dalam kapal di penyeberangan Merak - Bakauheni terbalik.

Informasi yang berhasil dihimpun, dua truk yang terguling itu berada di dua kapal yang berbeda. Pertama di KMP Munic Line dan kedua di dalam KMP SMS Kartenegara yang sandar di Dermaga II Pelabuhan Merak.

Kedua truk tersebut terbalik di lambung kapal akibat guncangan dalam kapal, saat berlayar dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak.

Truk yang terbalik di dalam KMP SMS Kertanegara diakibatkan oleh guncangan di dalam kapal yang cukup besar. Bahkan, kapal yang seharusnya sandar di dermaga VI Pelabuhan Merak harus disandarkan di dermaga II Pelabuhan Merak untuk memudahkan proses bongkar kendaraan.

“Saat kejadian di dalam kapal kendaraan semua, penumpang pejalan kakinya pas tidak ada. Kemudian kapal bongkar kendaraan dulu, nah truk yang terbalik dibiarkan lalu kapal ke tengah laut lagi untuk proses evakuasi di dalam kapal,” kata Washington, Kepala Cabang PT Sekawan Maju Sejahtera selaku pemilik KMP SMS Kartanegara saat dikonfirmasi, Minggu (28/1/2018).

Proses evakuasi terpaksa dilakukan di tengah laut, karena dikhawatirkan akan mengganggu jadwal kapal selanjutnya. Apalagi proses evakuasi sendiri memakan waktu berjam-jam.

Sementara itu, General Manajer PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak Fahmi Alweni mengatakan, cuaca buruk yang melanda di Perairan Selat Sunda saat ini memang mengganggu penyeberangan Merak -Bakauheni. Bahkan ketinggian gelombang mencapai sekitar dua meter.

“Kita juga sudah mendapat peringatan dini dari BMKG Serang beberapa waktu lalu, agar para nahkoda untuk lebih berhati-hati saat mengoperasikan kapal,” jelasnya. (Ardi/TN1).

Komentar