LEBAK, TitikNOL - Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak menelan sembilan korban jiwa dan menghancurkan setidaknya 6 kecamatan dan 28 desa.
Sebelumnya, Bupati Lebak Iti Oktavia Jaya Baya mengaku ada sekitar 40 titik yang terkena dampak bencana dengan mengajurkan sekitar 1.310 rusak berat, 520 rumah terendam. Bahkan hingga hari ke-5 pasca bencana, masih ada lokasi yang terisolasi.
"Ada dua yang masih terisolir, Gunung Julang Desa Lebak Situ, Kecamatan Lebak Gedong dan Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong," katanya kepada awak media.
Iti juga mengaku, daerah yang terisolasi sudah diberikan bantuan logistik menggunakan helikopter oleh TNI-Polri. Menurut data sementara kata Iti, ada sekitar 560 KK terdapat di daerah terisolir.
"Menurut data sementara ada sekitar 560 KK, kita belum menghitung yang di Gunung Julang, Pengungsi ada sekitar 4.368 KK," ujarnya.
Selian itu, Iti juga mengakui, amblasnya 30 jembatan menjadi tantangan terberat untuk mengevakuasi warga dibawa ketempat pengungsian yang lebih aman.
"Amblasnya jalan menjadi kendala dan juga 30 unit jembatan baik permanen ataupun semi permanen dan gantung yang memang terputus tidak bisa digunakan, kita harus membangun dari baru," imbuhnya.
Dirinya juga mengatakan, korban bencana banjir bandang dan tanah longsor tidak akan diberikan bantuan berupa rumah sementara melainkan diberikan jaminan hidup oleh pemerintah.
Terpisah, Salah satu warga Gunung Julang, Samsudain, mengaku ada sekitar 300 KK yang masih mengungsi di atas Gunung dan belum mengungsi ke tempat perkotaan. Bahkan kata dia, tenda untuk mengungsi dibuat dari hasil swadaya masyarakat.
"300 KK itu yang sedang mengungsi di Atas Gunung, Buatan Sendiri (Tenda pengungsian warga, red) dari TNI tadi baru ada 5 tenda yang didirikan, yang lain swadaya semua," katanya kepada wartawan.
Dirinya bercerita, keadaan masyarakat yang mengungsi sementara di atas Gunung banyak yang kesakitan, namun warga yang sakit sudah dievakuasi oleh tim kesehatan dari TNI.
"Keadaan masyarakat ada yang sakit, tadi yang sakit parah sudah diambil oleh tim kesehatan. Bantuan dari pemerintah sedikit juga ada, dari Lembaga seperti Laskar, FPI," tutupnya. (Lib/TN1)