Dandim 0603/Lebak Ajak Tokmas, Toga dan Akademisi Tolak Paham Radikalisme

Suasana kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di situasi adaptasi kebiasaan baru (AKB) Pandemi Covid-19 di Aula Makodim Lebak, Kamis (10/9/2020). (Foto: TitikNOL)
Suasana kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di situasi adaptasi kebiasaan baru (AKB) Pandemi Covid-19 di Aula Makodim Lebak, Kamis (10/9/2020). (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Letkol Inf Nur Wahyudi, Komandan Kodim 0603/ Lebak, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak paham Radikalisme, Separatisme, Terorisme dan Intoleransi di wilayah Kabupaten Lebak.

Hal itu diungkapkan Dandim, saat menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di situasi adaptasi kebiasaan baru (AKB) Pandemi Covid-19, yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, agama dan akademisi di Kabupaten Lebak di Aula Makodim Lebak, Kamis (10/9/2020).

"Komsos ini digelar untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan seluruh komponen bangsa, dalam rangka terwujudnya saling pengertian dan pemahaman tentang peran, fungsi dan tugas masing-masing. Bahkan diharapkan mampu mewujudkan suatu kemampuan Komponen bangsa yang ikut berperan serta dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di Negara ini," kata Nur Wahyudi dalam sambutannya.

Kata Dandim, dalam Komsos itu masyarakat diberikan pengetahuan mengenai paham radikalisme, cara mengidentifikasi dan menangkal penyebaran paham tersebut.

Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 ini paham radikal dapat muncul di lingkungan masyarakat, mengingat situasi nasional, global dan internasional yang masih belum stabil.

Kata Dandim, perkembangan teknologi digital yang telah tumbuh dengan pesat melahirkan potensi lahirnya paham radikalisme dilingkungan masyarakat bahkan dapat menjadi aksi terorisme secara nyata di wilayah Indonesia.

Dijelaskannya, paham radikal yang berkembang di Indonesia saat ini dibagi menjasi 3 paham yakni, radikal kiri (Raki), radikal kanan (Raka) dan radikal lainnya (Rala).

Ketiga paham itu lanjut Dandim, dapat di implementasikan dalam bentuk radikal gagasan, radikal separatis, radikal milisi, radikal premanisme serta radikal teroris. Paham-paham tersebut sangatlah berbahaya dan bertolak belakang dengan ideologi bangsa Indonesia.

"Penyebaran paham radikal perlu diwaspadai karena sistem dan jaringannya terus bergerak. Paham tersebut tentunya sangat berbahaya terhadap kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini," Imbuhnya.

Dandim juga mengajak kepada seluruh komponen masyarakat, untuk tetap berpegang teguh kepada Pancasila dan UUD 1945 sebagai ideologi bangsa Indonesia.

Untuk diketahui, kegiatan Komsos yang digelar Kodim 0603/Lebak telah berlangsung selama dua hari yakni pada Rabu (9/9/2020) dan Kamis (10/9/2020) di Aula Makodim diikuti oleh 60 peserta antara lain dari tokoh masyarakat, agama dan akademisi. (Gun/TN1)

Komentar