Sabtu, 5 April 2025

Demi Air Bersih, Warga Pandeglang Rela Tempuh Jarak 500 meter Susuri Bukit

Ilustrasi kemarau. (Dok: okezone)
Ilustrasi kemarau. (Dok: okezone)

PANDEGLANG, TitikNOL - Sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, mulai merasakan sulitnya mencari air bersih lantaran kemarau mulai tiba.

Bahkan untuk mendapatkan dan memenuhi kebutuhan air sehari-hari, masyarakat harus mengambil air di sungai untuk mencuci pakaian, memasak dan minum.

Kondisi tersebut dirasakan oleh warga Kampung Sorongan, Desa Sorongan Kecamatan Cibaliung. Setiap hari warga mengaku harus bolak balik ke sungai Cikalong yang berada di bawah bukit untuk mengambil air lantaran tidak ada sumber air.

Padahal, kondisi air sudah kotor dan keruh karena bercampur lumpur. Hal ini sudah menjadi rutinitas warga saat kemarau sudah datang. Bahkan warga rela menempuh jarak hingga 500 meter untuk mendapatkan air tersebut.

"Kami tidak ada pilihan lain lagi mas, karena air sumur di rumah kering," ucap Minah salah satu warga Desa Sorongan kepada wartawan, Senin (24/7/2017).

Untuk menyetok air selama satu hari, warga sekitar terpaksa membawa alat-alat penampung air seperti ember dan jerigen. Hal itu dilakukan warga setiap hari agar stok air di rumah selalu tesedia.

"Air yang di ember ini buat di rumah, lumayan lah mas buat air wudhu dan cuci piring. Meskipun ini dipakai untuk minum dan memasak alhamdulilah mas perut kami tidak mengalami kesakitan," bebernya.

Warga béharap, pemerintah dapat membangun sarana dan prasarana seperti MCK. Dimana fasilitas tersebut dapat digunakan pada saat musim kemarau tiba, karena di daerah tersebut sampai saat ini belum memiliki fasilitas air bersih.

"Mudah-mudahan saja ada bantuan dari pemerintah, agar kami tidak jauh saat mengambil air untuk kebutuhan memasak," harapnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang, Dadi kepada wartawan mengaku, jika pihaknya sampai saat ini belum menerima laporan terkait adanya masyarakat yang kesulitan air. Selama laporan tersebut belum ada, maka pihaknya belum dapat mengirimkan bantuan air bersih.

"Belum ada laporan ke BPBD, kalau mau pihak desanya laporan dulu nanti kami kirim bantuan air bersih," singkatnya. (Gun/red)

Komentar