Kamis, 3 April 2025

Demo Hardiknas, Mahasiswa Tuding Pengelolaan Pendidikan di Banten Buruk

Ratusan mahasiswa gelar aksi unjuk rasa dengan memblokir jalan Jendral Ahmad Yani, yang tepatnya di jalur Alun-Alun Barat, Kota Serang, Selasa (2/5/2017). (Foto: TitikNOL)
Ratusan mahasiswa gelar aksi unjuk rasa dengan memblokir jalan Jendral Ahmad Yani, yang tepatnya di jalur Alun-Alun Barat, Kota Serang, Selasa (2/5/2017). (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Banten (AMB), memblokir jalan Jendral Ahmad Yani, tepatnya di jalur Alun-Alun Barat, Kota Serang, Selasa (2/5/2017).

Aksi blokir dilakukan mahasiswa, saat menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional (Hardiknas).

Pantauan di lokasi, para mahasiswa menyampaikan aspirasi soal masih buruknya pengelolaan pendidikan di Banten. Dalam aksinya, mereka juga membentangkan sepanduk yang berisi keritikan terhadap pemerintah yang bertuliskan 'Jamin Kesejahteraan Guru Honorer dan Tenaga Pendidik'.

"Alokasi dana hanya 50 persen, kemana uang APBD untuk pendidikan. Tugas kita selaku mahasiswa menyalahkan hal-hal yang seperti ini, siapa lagi kalau kita tidak peduli," kata salah satu mahasiswa dalam orasinya.

Aksi yang sama dilakukan mahasiswa di Kota Cilegon. Mahasiswa yang mengatasnamakan Front Aksi Mahasiswa (FAM) Cilegon, menggelar aksi di Tugu Landmark Kota Cilegon, Selasa ( 2/5/2017) sore .

Dalam aksinya, para mahasiswa ini menuntut agar Pemprov Banten mengalokasikan 20 persen anggaran untuk pendidikan dari APBD Banten. Menurut mahasiswa, hal itu seperti yang diamanatkan dalam UUD 45 pasal 31 ayat 1 dan 2.

"Maka dengan itu kita menuntut beberapa poin, yakni realisasi 20 persen anggaran pendidikan dari APBD dan APBN, tegakan supermasi hukum untuk mewujudkan pendidikan gratis tanpa syarat, wujudkan pendidikan yang sesuai dengan UUD 45 pasal 31 ayat 1 dan 2 serta stop kapitalisasi, liberalisasi dan komersialisasi dalam pendidikan ," ujar salah satu pendemo.

Aksi inipun sempat mendapatkan pengawalan ketat dati petugas kepolisian. Usai puas berorasi, mahasiswa pun kemudian membubarkan diri. (Gat/Ardi/red)

Komentar