Demo HUT Banten, Tuntutan Gubernur Mundur Kembali Disuarakan Mahasiswa

Aksi unjukrasa ratusan mahasiswa Banten yang tergabung dalam aliansi Gerakan 4 Oktober (Getok) di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Jum'at (4/10/2019). (Foto: TitikNOL)Aksi unjukrasa ratusan mahasiswa Banten yang tergabung dalam aliansi Gerakan 4 Oktober (Getok) di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Jum'at (4/10/2019). (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Ratusan mahasiswa Banten yang tergabung dalam aliansi Gerakan 4 Oktober (Getok), melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD dan Kantor Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Jum'at (4/10/2019).

Dalam aksinya, mahasiswa meminta Gubernur dan Wakil Gubernur Banten mundur dari jabatannya, karena dianggap sudah tidak mampu memimpin Banten.

"Mosi tidak percaya Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Segera lengser dari jabatan," tertulis dalam spanduk yang dibawa mahasiswa.

Misbah, salah satu korlap aksi dari organisasi Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) mengatakan, dengan umur 19 Provinsi Banten dan selama hampir 3 tahun dipimpin Wahidin Halim - Andika Hazrumy, masih banyak permasalahan.

"Banten selama ini masih banyak permasalahan dan tujuan Banten untuk mensejahterakan rakyatnya masih gagal," katanya dalam orasinya.

Hal yang sama juga dikatakan Jafra, salah satu korlap aksi dari organisasi komunitas Soedirman 30 (Kms30). Dirinya menilai, kepempimpinan saat ini terlalu banyak kegagalan terutama dalam melaksanakan janji kampanyenya.

"Janji kampanye yang selama ini di gaungkan WH-Andika masih ada yang belum terealisasi, sedangkan hari ini sudah hampir 3 tahun memimpin Banten," katanya dalam orasinya.

Jafra juga mengatakan, ada 19 alasan mahasiswa meminta Gubernur dan Wakil Gubernur Banten segera lengser dari jabatannya.

"Ada 19 permasalahan salah satunya pembentukan satgasus BPKP yang tidak jelas arahnya dan hanya pemborosan anggaran," tegasnya.

Hingga saat ini, aksi masih berlangsung dan mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. (Lib/Tn1)

Komentar